• Jumat, 2 Desember 2022

Katolik Masuk Jepang pada 1549: Mengapa Hanya Ada 536.000 Orang Katolik Pribumi di Sana?

- Kamis, 10 Februari 2022 | 21:02 WIB
Pater Yoshio Kajiyama, SJ. (romereports.com)
Pater Yoshio Kajiyama, SJ. (romereports.com)

MENJELANG kunjungan Paus Fransiskus ke Jepang, Yoshio Kajiyama, SJ, seorang imam Yesuit kelahiran Hiroshima dan Provinsial dari tahun 2011 hingga 2017, berbicara kepada Amerika Magazine tentang panggilannya dan mengapa begitu sedikit orang Jepang yang memeluk agama Kristen meskipun faktanya Alkitab adalah buku terlaris di sana dan kebanyakan orang Jepang menganggap agama sebagai “kebiasaan yang baik.”

Dalam wawancara eksklusif yang dilakukan Gerard O'Connell, koresponden Amerika Magazine Vatikan di Roma pada 9 November 2019, Jesuit Jepang ini mengidentifikasi enam tantangan utama yang dihadapi Jepang saat ini.

 

Baptisan dan Panggilan

Pastor Kajiyama lahir dalam keluarga Buddha di Hiroshima 10 tahun setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota kelahirannya pada 6 Agustus 1945, menewaskan 140.000 orang, termasuk kakek dan bibinya. Ibunya berada di sekolah menengah ketika bom meledak tetapi selamat, dan ayahnya bersama tentara Jepang di Manchuria pada saat itu.

Baca Juga: Suster Andre Berharap Segera Mati Pada Usia 118: Rahasia Panjang Umur Para Centerian Dunia

“Dengan cara pertobatan atau reparasi,” katanya, Jesuit California membuka sekolah menengah di kota itu pada tahun 1955 yang disebut Hiroshima Gakuin. Ketika dia belajar di sana, sekolah tersebut memiliki lebih dari 1.000 siswa di enam kelas, dan di antara para guru ada 10 Yesuit dari California.

Di sekolah dia merasa “sedih” dan “tanpa banyak harapan” dan “mulai membaca Injil,” kenangnya.

“Saya menemukan Yesus dalam Injil. Saya menemukan bahwa dia bersama saya, bersama kami. Saya menjadi percaya pada kebangkitan Yesus.” Pada usia 15 tahun, dia meminta untuk dibaptis. “Saya adalah orang Kristen pertama di keluarga saya.”

Setelah sekolah menengah, ia belajar sejarah di Universitas Sophia yang dikelola Jesuit di Tokyo, yang didirikan pada tahun 1913 dan merupakan salah satu universitas paling bergengsi di negara itu.

Halaman:

Editor: Eleazar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Begini Gathering a la KKI Utara Italia

Selasa, 1 November 2022 | 08:56 WIB

Luar Biasa, Gebyar HUT Ke-77 RI di KBRI Moskow

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:23 WIB
X