• Jumat, 2 Desember 2022

Mau Tahu Sejarah Awal Perkembangan Umat Katolik Kakaskasen? Berikut Ini Catatannya

- Rabu, 16 Februari 2022 | 08:15 WIB
Sketsa bangunan Gereja Katolik Kakaskasen (kiri) dan suasana umat yang berkumpul di depan Gereja Kakaskasen dalam sebuah kegiatan (kanan)
Sketsa bangunan Gereja Katolik Kakaskasen (kiri) dan suasana umat yang berkumpul di depan Gereja Kakaskasen dalam sebuah kegiatan (kanan)

KASKASEN (katolikku.com) = Sebuah babak baru kehidupan umat Katolik Kakaskasen hingga saat ini belum diketahui kapan pastinya dimulai.

Namun, dengan catatan sejarah yang ada, berbagai pendapat bisa dijadikan referensi untuk menandakan hadirnya sebuah peradaban kehidupan umat beriman di wilayah yang diapit oleh Gunung Lokon dan Gunung Mahawu ini.

 

Merujuk pada berbagai cerita serta literatur sejarah dan budaya Minahasa, bahwa kehadiran umat Katolik di bumi Malesung ini sudah ada sejah zaman penjajahan bangsa Portugis dan Spanyol yang terjadi sekitar tahun 1500-an melalui karya Pater Diego de Magelhaes SJ.

Pastor Louis Johanes Marie Laarhoven MSC bersama umat Katolik Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakakasen

Namun sayangnya, di masa penjajahan Portugis dan disusul Spanyol pada rentang waktu 1500 – 1600-an, belum ditemukan dokumen baptisan umat Katolik yang menurut cerita sejarah sudah terjadi di berbagai wilayah seperti Manado Tua, Minahasa, Siau, Kaidipan dan daerah lain.

Baru pada tahun 1868, jejak-jejak bersejarah mulai terdeteksi dengan hadirnya kembali para misionaris dari Ordo Serikat Jesus (SJ).

Tepat pada 19 September 1868, di Langowan terjadi peristiwa bersejarah dengan dibaptisnya sejumlah orang, dimana salah satunya adalah anak pertama sang perintis kembalinya misi Katolik di Minahasa Daniel Mandagi, dimana buku baptis atau Liber Baptizatorum I saat ini masih tersimpan di Sekretariat Paroki St. Petrus Langowan.

Mantan Ketua DPP St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen Alexius Toreh saat mendampingi Uskup Theodorus Moors MSC dalam menghadiri sebuah perayaan.

Peristiwa bersejarah itu menurut catatan Daniel Mandagi yang ada hingga saat ini terjadi di kediaman seoran Pendeta NZG yaitu Abraham Obez Schaafsma melalui kehadiran Pater Johanes de Vries SJ.

 

Sebelum ke Langowan, Pater Johanes de Vries SJ juga mendarat di Pelabuhan Kema dan sempat membaptis beberapa orang.

Adapun terjadinya pembaptisan tersebut bermula dari kerinduan Daniel Mandagi agar anaknya dapat dibaptis oleh seorang imam Katolik.

Suasana perkumpulan pimpinan dan anggota umat Katolik St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen di salah satu rumah (kemungkinan pertemuan ini adalah kegiatan ibadah umat.

Halaman:

Editor: Abraham Runga Mali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Begini Gathering a la KKI Utara Italia

Selasa, 1 November 2022 | 08:56 WIB

Luar Biasa, Gebyar HUT Ke-77 RI di KBRI Moskow

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:23 WIB
X