• Jumat, 2 Desember 2022

Imam Katolik Desak warga Nigeria untuk Bergantung pada Tuhan Saat Rose Eke Dikebumikan

- Minggu, 27 Februari 2022 | 18:17 WIB
Pak Livinus Eke (kiri); cucunya Nona Chioma Echenim; si kembar, Bapak Iheanyi Eke dan Ibu Chidinma Udeme; Ibu Sabar Peter dan mertua, Bapak David Echenim, selama kebaktian di Gereja Katolik St. Theresa, Nguru, Ngor Okpala Dewan Loka.l Negara Bagian Imo  (CHRIS IREKAMBA)
Pak Livinus Eke (kiri); cucunya Nona Chioma Echenim; si kembar, Bapak Iheanyi Eke dan Ibu Chidinma Udeme; Ibu Sabar Peter dan mertua, Bapak David Echenim, selama kebaktian di Gereja Katolik St. Theresa, Nguru, Ngor Okpala Dewan Loka.l Negara Bagian Imo (CHRIS IREKAMBA)

NGURU-NIGERIA (Katolikku.com) -- Pastor Paroki Gereja Katolik St Theresa, Nguru, Dewan Lokal Ngor Okpala Negara Bagian Imo, Pastor Declan Enyinna Buchi Oguorji telah meminta umat di parokinya, untuk terlepas dari keyakinan tradisional mereka, untuk bertobat dari dosa-dosa mereka dan berbuat baik.

Berbicara pada upacara pemakaman yang diselenggarakan untuk menghormati mendiang Nyonya Rose Eke (Nee Irekamba), yang meninggal pada 26 November 2021, Pastor Oguorji mengingatkan orang Kristen bahwa daging hanya tertarik pada kesenangan dan hal-hal materi, menambahkan bahwa orang Nigeria harus bergantung pada Tuhan, menyembah Dia untuk kehormatan-Nya, dan tidak bergantung pada mukjizat.

Baca Juga: Tweet Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky: 'Terimakasih Bapa Suci'

Pastor Oguorji mencatat bahwa mendiang Ny. Eke melakukan yang terbaik saat masih hidup. Dia berkata: “Sister Rose adalah wanita yang rendah hati dan tenang.

Dia memainkan peran teladan di antara kelompok-kelompok Wanita Kristen sebagai seorang ibu Kristen. Dia tulus dan kami berharap dia akan berada di antara orang-orang kudus di surga.”

Suaminya, Tuan Livinus Eke, yang berbicara dengan ceria tentang mendiang istrinya yang telah menikah selama lebih dari 50 tahun, berkata, “Istri saya adalah hadiah dari Tuhan. Pernikahan kami dibuat di surga, kami hidup seperti kakak dan adik."

Baca Juga: Nostradamus Pernah Ramalkan Konflik Besar akan Menyebar ke Eropa Barat Musim Semi Ini, Perang Sampai Prancis

"Penyakitnya yang singkat dan akhirnya kematiannya membuat saya berpikir sesuatu yang tidak pernah saya ketahui tentang kehidupan, tetapi sebagai seorang Kristen siapa saya untuk mempertanyakan pencipta kita. Saya telah mengambil segalanya sebagai kehendak Tuhan dan semoga jiwanya menemukan istirahat di pangkuan Tuhan kita Yesus Kristus,” katanya lebih lanjut.

Nyonya Rose Eke yang berusia 67 tahun dimakamkan di kompleks suaminya di Egbelu Nguru di Dewan Lokal Ngor Okpala Negara Bagian Imo, pada 11 Februari 2022. ***

Halaman:

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Begini Gathering a la KKI Utara Italia

Selasa, 1 November 2022 | 08:56 WIB

Luar Biasa, Gebyar HUT Ke-77 RI di KBRI Moskow

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:23 WIB
X