• Senin, 27 Juni 2022

Renungan Sabtu, 07 Mei 2022 (Pekan III Paskah, St Benediktus II-Paus ke 81, Beata Gisela, Sta Rosa Venerini)

- Jumat, 6 Mei 2022 | 17:44 WIB
Pater Kons Beo, SVD
Pater Kons Beo, SVD

Bacaan I Kisah Para Rasul 9:31-43
Mazmur Tanggapan Mzm 116:12-13.14-15.16-17
Injil Yohanes 6:60-69

"Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
Yohanes 6:61

(Durus est hic sermo, et quis potest eum audìre?)

SEPERTI apa damai yang kita impikan? Ketenangan model apa yang kita harapkan? Manusia siapa pun tentu rindukan alam hidup sesuai keinginan hatinya.

NAMUN, bukan kah harapan dan kenyataan sering tak seirama? Tak sejalan? Ibarat 'jauh panggang dari api?' Maksud hati justru jauh melenceng dari apa yang mesti kita hadapi dan alami.

KITA bisa mundur dari satu persekutuan, dari perjumpaan dan satu arena kedekatan  dengan sesama, dari sekian banyak keterlibatan. Sebab kita tak mau 'terganggu dan direpotkan' oleh hal yang tak sesuai isi pikiran dan kehendak hati sendiri.

Baca Juga: Imbas Keputusan Pembatalan UU Aborsi, Ada Kelompok Berniat Serang Misa Minggu di Gereja Katolik AS

SEKIAN banyak orang datang kepada Yesus. Sambil membawa segala impian dan harapan. Pun membawa segala 'mau-maunya yang tersembunyi.' Dan sekiranya semuanya itu ditemukan dalam Yesus. Yang menjadi jawaban pasti dari semua keinginan hati.

KITA sering paksakan segala macam syarat milik sendiri. Dan lalu segera putus asa dan kecewa serta bereaksi tak menentu untuk 'menggugat.' Sebab semuanya ternyata keluar dari keinginan hati kita. Tetapi, ingatlah! Bukan kah pihak lain juga miliki syarat tertentu yang mesti kita seriusi?

KISAH tentang Yesus tak semuanya berpautan dengan mujizat. Penuh kehebohan yang dikagumi dan lalu diikuti sekian banyak orang. Yesus pun adalah 'pribadi dan rangkaian kata-kata serta sikapNya yang sulit dipahami.' Yesus bahkan menantang kita. Demi membongkar segala gambaran kita yang keliru tentangNya.

KENYATAAN yang terjadi di hari-hari ini tak hanya seputar adanya sekian banyak orang yang ingin mencari damai dalam Yesus. Namun, sebaliknya pula, Yesus, Tuhan 'yang ditinggalkan' sudah jadi ceritra biasa dalam keseharian.

Baca Juga: Setelah Menang dalam Aborsi, Akankah Para Uskup Katolik AS Berganti Partai?

TETAPI, kita tetap percaya bahwa dalam Yesus kita jumpai kebenaran dalam  setiap perkataanNya. Dalam Yesus, kita alami hidup yang sungguh melegahkan dan membangkitkan harapan. Dalam Yesus, kita sanggup hadapi kenyataan hidup sebagaimana yang mesti kita jalani.

ADALAH tugas yang tak mudah bagi kita semua agar 'perkataan Tuhan yang hidup dan kekal' itu  tetap bersinar bagi dunia dan sesama. Sebab kita bisa tergoda untuk hanya berkisah  tentang bersinarnya kisah-kisah tentang diri kita sendiri yang 'meyakinkan dan luar biasa.'

DI SITULAH kita bisa hanya bergumul sebatas 'apa yang kita usahakan dan kita buat.' Sebab kita ingin 'tampak dari apa yang kita kerjakan dan kita hasilkan' ketimbang bagaimana rahmat Allah itu sungguh nyata dan hadir serta berkarya dalam diri kita yang rapuh, lemah dan tak berdaya.

Verbo Dei Amorem Spiranti

Tuhan memberkati.
Amin. Alleluia.

Editor: Eleazar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X