• Senin, 27 Juni 2022

Renungan Senin, 09 Mei 2022 (Pekan IV Paskah, Beata Nicholas Albergati)

- Senin, 9 Mei 2022 | 07:02 WIB
Pater Kons Beo, SVD
Pater Kons Beo, SVD

Bacaan I Kisah Para Rasul 11:1-18
Mazmur Tanggapan Mzm 42:2-3; 43:3.4
Injil Yohanes 10:1-10

"Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup"
Kis 11:18
(Ergo et gentibus poenitèntiam dedit Deus ad vitam)

Baca Juga: Hari Ibu: Paus Fransiskus Kirim Para Ibu 'Doa, Kasih Sayang, Harapan Kita yang Terbaik'

PASKAH  itu tetap berarti sebagai gerak peralihan. Para murid beralih, Gereja beralih, segenap kita beralih. Tetapi, semuanya tentu tak sekedar sebuah peralihan biasa. Semuanya beralih dalam Tuhan. Sebab POKOK dari kisah Paskah adalah Tuhan yang lewat.

SAAT Paskah Tuhan diterima sebagai rahmat, maka ia sungguh berdaya dalam diri dan seluruh ziarah hidup kita. Paskah menggugah cara berpikir; Paskah murnikan cara bersikap; Paskah meneguhkan cara hidup dalam semangat Kristus yang bangkit.

ILHAM Paskah, yang berujung pada anugerah Roh Kudus, memberanikan Petrus untuk tampil publik. Untuk membuka sikap hatinya kepada bangsa-bangsa lain.

Baca Juga: 'Lompatan yang Tak Diduga' ke Gereja Katolik dari Seorang Mantan Pendeta Protestan

PETRUS berani untuk hadapi alam kesempitan hati dan isi berpikir orang-orang bersunat yang mengecamnya, "Engkau telah masuk ke rumah-rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka" (Kis 11:3).

KISAH penglihatan yang dialami Petrus di Yope, adalah ilham Paskah bahwa Tuhan 'menantangnya' untuk beralih. Demi melepaskan 'alam hati dan pikiran' lama. Sesama, siapapun, mesti dirangkum dalam Kasih Paskah Tuhan yang menyelamatkan.

Halaman:

Editor: Abraham Runga Mali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X