• Senin, 27 Juni 2022

Renungan Sabtu, 14 Mei 2022 (Pekan IV Paskah, St Matias-Rasul, St Maria Dominika, St Mikhael Garicoits)

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 08:11 WIB
Pater Kons Beo, SVD
Pater Kons Beo, SVD

"KETIDAKBERDAYAAN, hati penuh syukur serta penuh perhatian" itulah modal tangguh untuk hidup yang berbuah. Itulah keyakinan Henri Nouwen. Itulah yang juga yang menjadi kekuatan sukacita kita. Memeluk ketidakberdayaan dan keterbatasan adalah jalan indah menuju kerendahan hati. Bahwa kita bukanlah superman. Kita bukanlah segalanya.

RASA hati penuh syukur arahkan hati kita pada sesama dan terutama Tuhan atas segala bantuan, berkat dan KasihNya. Dan hati penuh perhatian adalah terang mata hati kita untuk berkorban demi sesama.

Baca Juga: Sabtu, 14 Mei 2022: Doa Rosario Peristiwa-Peristiwa Sukacita

BUKAN KAH sukacita itu terlahir saat kita memandang sesama saat ia bisa berhasil, ceriah serta miliki harapan oleh sikap dan perhatian kita yang walau kecil dan sederhana sekali pun? Tidak kah kita bersukacita bahwa karena kita maka sesama dapat kembali pada pelukan Kasih dan berkat Tuhan?

KITA sepantasnya mengejar dan merindukan sukacita yang berakar pada sukacita Tuhan. Sukacita seperti itu lahir dari jalan Tuhan. Itulah jalan penuh kerendahan hati (turun dari surga mulia) dan jalan pengorbanan (naik melalui salib) demi tebusan semesta. Rasa sukacita seperti itu tidak lahir dari segala 'kekuatan, kekuasaan dan kelimpahan' yang kita miliki.

YAKINLAH. Kelimpahan sukacita yang Tuhan berikan pada kita adalah pemberian DiriNya yang mulia dalam tindak penuh pengorbanan. Kelimpahan sukacita seperti itulah yang diwariskan Tuhan dan dilanjutkan oleh kita, para muridNya.

Baca Juga: 14 Mei, Pesta Peringatan Santo Matias, Rasul

SUKACITA yang benar, sekali lagi, tak ditemukan dalam "kekuatan, kekuasaan, dan kelimpahan." Sebab jika demikian, tidur malam kita jadinya tak nyenyak. Sebab dalam kepala dan hati kita hanya ada pusaran arus kecemasan bahwa "ngengat dan karat akan merusakkannya dan pencuri akan membongkar semuanya" (cf Mat 6:19). Dan para pesaing akan merebutnya. Dalam perbagai caranya. Lalu sampai kapan kah "sukacita kita menjadi penuh?"

MARI kita mengalami Tuhan sebagai Sumber Kelimpahan Sukacita Hidup. Sebab Tuhan sungguh agung dalam KasihNya.

Verbo Dei Amorem Spiranti

Halaman:

Editor: Abraham Runga Mali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X