• Jumat, 30 September 2022

Renungan Katolik Senin, 15 Agustus 2022 (Pekan XX, Beato Isidorus, Beato Klaudius Granzotto, St Tarsisius)

- Senin, 15 Agustus 2022 | 09:44 WIB
Pater Kons Beo, SVD
Pater Kons Beo, SVD

Bacaan I Yehezkiel 24:15-24
Mazmur Tanggapan Ul 32:18-21
Injil Matius 19:16-22

"Pergilah orang muda itu dengan sedih...."
Mat 19:22
(Abiit tristis)

KITA memang sudah sadari sedalamnya. Kita tak bisa hidup layak dan tak berkembang dalam hidup tanpa harta. Kita mesti memiliki sesuatu agar kita dapat bertahan hidup sepantasnya.

Baca Juga: Bacaan Injil, Senin, 15 Agustus 2022: Matius 19:16-22 (Peringatan Fakultatif St Tarsisius)

KITA akhirnya memang mesti berjuang dalam hidup. Dan kerja dan berusaha adalah cara paling wajar untuk cita-cita hidup layak. Telah kita yakin pasti bahwa jika hanya berleha-leha dalam hidup maka hanya akan datangkan malapetaka.

DARI apa yang kita usahakan pasti kita dapati sesuatu. Katakanlah itulah harta yang jadi tanda nyata dari kerja keras kita. Sangatlah wajar untuk memiliki sesuatu dengan cara yang wajar pula.

NAMUN hidup sebagai murid Yesus, dan juga dalam usaha mencapai hidup kekal, telah tanamkan dalam diri kita satu pedoman hati yang serius. Maka kita segera masuk dalam kualitas relasi batin penuh tantangan dengan harta, barang dan segala yang berhubungan dengan 'dompet atau pundi-pundi.'

Baca Juga: Bacaan I, Senin, 15 Agustus 2022: Yeh. 24:15-24 (Peringatan Fakultatif St Tarsisius)

SEJATINYA, hanya terdapat dua alam batin dalam perelasian dengan segala harta kekayaan itu. Kita sanggup mengatakan "cukup bagi diri sendiri" serta yang lainnya menjadi ungkapan solider demi sesama. Demi kepentingan atau kebutuhan yang lebih luas atau mendesak. Itulah yang disebut Yesus dengan "berikan itu kepada orang-orang miskin" (Mat 19:21).

Halaman:

Editor: Abraham Runga Mali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BHF-793: Renungan dari Buku Harian St Fautina

Senin, 26 September 2022 | 10:17 WIB
X