• Sabtu, 28 Januari 2023

Adventus: Tangan Kita Mesti Terentang (Bacalah Matius 24:37-44)

- Sabtu, 26 November 2022 | 09:35 WIB
Pater Kons Beo SVD
Pater Kons Beo SVD

 

 

Oleh Kons Beo, SVD

 

Seringkali Tuhan datang dengan menyamar dan tidak tampak, dengan sangat menghormati irama hidup manusia”

(T. Radclife, OP)

Kristus, Tuhan yang terjanji adalah karunia. Dan Gereja, kita semua, kini, siap memasuki dan mengisi hari-hari masa Adventus. Saat seluruh diri kita dididik dalam spirit penantian. Demi menyongsong karunia surgawi yang segera datang menyapa. Sikap hati penuh penantian mesti jadi ungkapan kualitas iman. Dalam iman, kita berharap penuh pada surga yang segera ‘bukakan pintu. Demi turunkan Yang Adil.’

Baca Juga: Bacaan Injil Minggu, 27 November 2022: Hari Minggu Adven I

Kita menanti tak dalam diam semu. Pun tidak dalam diam pasif. Menanti selalu berarti attendere. Kata latin ini selalu berarti merentangkan diri ke depan.”  Sikap batin penuh atentif adalah biasan-biasan pasti dari ‘memperhatikan ke depan, membuka diri kita pada apa yang akan datang.”

Masa Adventus memeluk kita sekalian dalam kesahajaan hati untuk satu persiapan penuh kesadaran itu. Liturgi Gereja ingatkan kita: Masa Adventus siapkan seluruh diri kita demi perayaan Natal. Dan, cahaya Adventus itu senantiasa memancar jelas. Kita diingatkan pula bahwa “Tuhan akan datang kembali untuk menyapa kita untuk kedua kalinya.” Sebab itu, renungkanlah: “Tidak kah seluruh hari-hari hidup kita ditandai dengan aura dan gema penantian?

Halaman:

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BHF-780: Renungan dari Buku Harian Santa Faustina

Sabtu, 28 Januari 2023 | 06:49 WIB

SENDAL SERIBU, Kamis, 26 Januari 2023:

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:33 WIB

RHK, Kamis Pekan Biasa III, 26 Januari 2023

Kamis, 26 Januari 2023 | 08:52 WIB
X