• Selasa, 4 Oktober 2022

Pastor Michel Viot: Laporan tentang Pelecehan Seksual di Gereja Katolik di Prancis Bias Secara Ideologis

Maximus Ali Perajaka
- Minggu, 17 Juli 2022 | 12:39 WIB
Jean-Marc Sauvé  (kanan) dan Pastor Michel Viot (kiri). (Valentine Chapuis / AFP via Getty Images).)
Jean-Marc Sauvé (kanan) dan Pastor Michel Viot (kiri). (Valentine Chapuis / AFP via Getty Images).)

PARIS (Katolikku.com) - Pastor Michel Viot membahas buku kritisnya tentang Laporan Sauvé, yang mengguncang Prancis dan seluruh Gereja Katolik pada musim gugur 2021, dan mencela keberpihakan para penulisnya.

Penerbitan Laporan Sauvé tentang kekerasan seksual di Gereja Katolik Prancis antara 1950 dan 2020, pada Oktober 2021, menimbulkan gelombang kejut yang dampaknya masih terasa dalam skala nasional.

Angka mengejutkan dari 330.000 kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur, diumumkan bersamaan dengan penerbitan dokumen setebal 2.500 halaman, membuat seluruh umat Katolik setempat dalam keadaan shock dan memberikan sedikit ruang untuk analisis kritis dan tidak memihak pada saat itu.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik, Minggu 17 Juli 2022: Memilih Bagian yang Terbaik

Namun, pada akhir November, delapan anggota Akademisi Katolik Prancis yang bergengsi mengirimi Paus Fransiskus sebuah studi setebal 15 halaman di mana mereka mempertanyakan ketelitian ilmiah dari penyelidikan yang dipimpin oleh Komisi Independen untuk Pelecehan Seksual di Gereja (CIASE), organisasi yang bertugas menulis laporan.

Inisiatif para akademisi untuk menantang apa yang tampaknya menjadi konsensus luas seputar temuan laporan di dunia Katolik memicu gelombang reaksi marah dan menyebabkan banyak pengunduran diri di Akademi mereka sendiri.

Dalam iklim sensitif inilah imam Katolik Pastor Michel Viot telah memutuskan untuk mengabdikan seluruh buku untuk kontroversi seputar laporan tersebut, yang rekomendasi akhirnya dapat secara drastis mengubah masa depan Gereja di Prancis.

Ditulis bersama dengan penulis Katolik Yohan Picquart dan diawali oleh ahli statistik Paul Deheuvels, Rapport Sauvé: une manipulation? menawarkan analisis tentang apa yang penulis gambarkan sebagai bias ideologis dan metodologis yang mendasari laporan tersebut.

Baca Juga: Bible Corner, Antara Sibuk dan Duduk di Bawah Kaki Tuhan: Di Manakah Posisi Kita? (Bacalah Lukas 10:38-42)

Halaman:

Editor: Maximus Ali Perajaka

Sumber: National Catholic Register

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Haruskah Orang Katolik Mendukung Forum Ekonomi Dunia?

Kamis, 22 September 2022 | 22:15 WIB

Visi Marshall McLuhan tentang Media Katolik

Kamis, 8 September 2022 | 21:25 WIB

Kahlan Strop: Mengapa Saya Menjadi Katolik?

Senin, 29 Agustus 2022 | 14:12 WIB

In Memoriam Pater Sebastianus Dora, SVD

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 07:27 WIB

Jalan Pulang Memang Harus Kita Lalui

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 06:07 WIB

Santo Pius X tentang Pemisahan Gereja dan Negara

Minggu, 21 Agustus 2022 | 13:12 WIB
X