• Jumat, 2 Desember 2022

Seorang Imam Katolik Diancam akan Dibunuh Militer Myanmar

- Rabu, 3 November 2021 | 10:27 WIB
Pemandangan Thantlang dari udara pada 30 Oktober di negara bagian Chin, di mana lebih dari 160 bangunan telah dihancurkan oleh penembakan oleh militer Myanmar, menurut media lokal. (Foto: AFP)
Pemandangan Thantlang dari udara pada 30 Oktober di negara bagian Chin, di mana lebih dari 160 bangunan telah dihancurkan oleh penembakan oleh militer Myanmar, menurut media lokal. (Foto: AFP)

DHAKA (Katolikku.com) - Seorang pastor Katolik dari Keuskupan Pekhon di negara bagian Shan, Myanmar, dihentikan dan diancam akan dibunuh oleh tentara.

Seorang pastor senior mengatakan kepada UCA News bahwa “pastor itu kembali ke parokinya dengan selamat setelah diancam oleh tentara.”

Pastor itu bertemu dengan tentara dalam perjalanan kembali dari Taunggyi ke parokinya pada 30 Oktober 2021, kata sumber-sumber gereja. Dia kembali dengan mobil bersama lima orang lainnya setelah membeli pupuk untuk taman di parokinya.

Para prajurit menghentikan mobil dan memeriksa tas penumpang. Mereka diduga menuduh pastor tersebut mengumpulkan dana untuk milisi lokal dan mengancam akan menembak mati jika dia terlihat bepergian lagi, kata sumber tersebut menambahkan.

Baca Juga: Pelukan Modi terhadap Paus Fransiskus Lebih Bersifat Optik daripada Substansi

Para prajurit itu rupanya curiga bahwa pastor dan rekan-rekannya berencana menggunakan sekantong pupuk untuk membuat alat peledak.

Keuskupan Pekhon adalah salah satu daerah yang terkena dampak terburuk bersama dengan Keuskupan Loikaw di negara bagian Kayah karena meningkatnya konflik antara militer dan pasukan pemberontak gabungan dari Tentara Karenni dan Pasukan Pertahanan Rakyat Karenni (KPDF).

Lebih dari 100.000 warga sipil terpaksa mengungsi dari rumah mereka ke gereja, biara dan kamp darurat bahkan ketika militer menargetkan pastor dan pendeta, mengebom dan merusak gereja di wilayah mayoritas Kristen di negara bagian Kayah dan Chin.

Baca Juga: Paus Fransiskus Serukan Komitmen Internasional untuk Hapus Pekerja Anak

Selain itu, pekerja sosial gereja juga menjadi sasaran, dengan tujuh pekerja untuk organisasi sosial Gereja Katolik, Caritas (Karuna), ditangkap di   Loikaw di mana mereka membantu para pengungsi internal.

Halaman:

Editor: Eleazar

Sumber: UCA News (Union of Catholic Asian News)

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bacaan I, Selasa, 29 November 2022: Mingga Adven I

Senin, 28 November 2022 | 21:25 WIB

BPIP Gelar Sarasehan Guru Pendidikan Pancasila

Senin, 28 November 2022 | 20:28 WIB

Pater Kornelis Dosi SVD Mendadak Meninggal Dunia, RIP

Minggu, 27 November 2022 | 14:52 WIB
X