• Jumat, 2 Desember 2022

Paus Fransiskus Bentuk Komisi Penilai Reformasi Pembatalan Pernikahan di Italia

- Sabtu, 27 November 2021 | 16:49 WIB
Paus Fransiskus membentuk komisi untuk menilai bagaimana Gereja Katolik di Italia menerapkan reformasi proses pembatalan pernikahan yang ia perkenalkan pada tahun 2015. (News Tvs 24)
Paus Fransiskus membentuk komisi untuk menilai bagaimana Gereja Katolik di Italia menerapkan reformasi proses pembatalan pernikahan yang ia perkenalkan pada tahun 2015. (News Tvs 24)

VATIKAN (Katolikku) - Paus Fransiskus pada hari Jumat, 26 November 2021 membentuk komisi untuk menilai bagaimana Gereja Katolik di Italia menerapkan reformasi proses pembatalan pernikahan yang ia perkenalkan pada tahun 2015.

Paus Fransiskus membentuk komisi kepausan dengan surat apostolik yang diterbitkan motu proprio (“atas dorongannya sendiri”) pada 26 November 2021.

Paus menjelaskan bahwa dia mengambil langkah untuk “secara langsung mendukung Gereja-Gereja yang ada di Italia dalam menerima reformasi proses kanonik untuk kasus-kasus pernyataan pembatalan pernikahan, memberikan dorongan baru untuk penerapan motu proprio Mitis Iudex.”

Pernyataan nulitas — sering disebut sebagai “pembatalan” — adalah keputusan pengadilan bahwa pernikahan tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk membuatnya sah menurut hukum Gereja.

Baca Juga: Di Italia 'De-Baptism' Semakin Populer, 30 Persen dari Populasi Adalah Ateis

Mitis Iudex Dominus Iesus, yang dikeluarkan pada tahun 2015, membuat perubahan pada hukum kanonik yang dimaksudkan untuk merampingkan proses di mana pengadilan Gereja menilai permintaan untuk deklarasi pembatalan pernikahan. Teks tersebut juga menekankan peran uskup lokal dalam proses tersebut.

Paus mengatakan bahwa tugas komisi adalah “untuk memastikan dan memverifikasi penerapan penuh dan segera dari reformasi proses pembatalan perkawinan.”

Komisi ini akan diketuai oleh Mgr Alejandro Arellano Cedillo, Dekan Pengadilan Rota Romawi, pengadilan tingkat tinggi di Takhta Apostolik.

Paus Fransiskus meminta komisi baru untuk menyarankan “apa pun yang dianggap tepat dan perlu untuk mendukung dan membantu kelanjutan reformasi yang bermanfaat.” Ini akan diakhiri dengan menyusun "laporan terperinci" tentang situasi di Italia.

Baca Juga: Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo Dijadwalkan akan Tabhiskan Gereja Paroki Santo Fransiskus Bolan di Malaka-NTT

Halaman:

Editor: Eleazar

Sumber: Catholic News Agency

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bacaan I, Selasa, 29 November 2022: Mingga Adven I

Senin, 28 November 2022 | 21:25 WIB

BPIP Gelar Sarasehan Guru Pendidikan Pancasila

Senin, 28 November 2022 | 20:28 WIB

Pater Kornelis Dosi SVD Mendadak Meninggal Dunia, RIP

Minggu, 27 November 2022 | 14:52 WIB
X