• Sabtu, 28 Januari 2023

Biksu Buddha Zen Berpengaruh Meninggal Usia 95

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 11:05 WIB
Master Zen Vietnam Thich Nhat Hanh (tengah), tiba di upacara nyanyian agung di Pagoda Vinh Nghiem di Kota Ho Chi Minh, Vietnam pada 16 Maret 2007. (Foto AP, Berkas)
Master Zen Vietnam Thich Nhat Hanh (tengah), tiba di upacara nyanyian agung di Pagoda Vinh Nghiem di Kota Ho Chi Minh, Vietnam pada 16 Maret 2007. (Foto AP, Berkas)

HANOI (Katolikku.com)Thich Nhat Hanh, biksu Buddha Zen terhormat yang membantu memelopori konsep perhatian penuh di Barat dan Buddhisme yang terlibat secara sosial di Timur, telah meninggal dunia pada usia 95 tahun.

Kematian itu dikonfirmasi oleh seorang biarawan di Pagoda Tu Hieu di Hue, Vietnam yang mengatakan bahwa Nhat Hanh, yang dikenal sebagai Thay oleh para pengikutnya, meninggal pada tengah malam pada hari Sabtu. Biksu itu menolak disebutkan namanya karena dia tidak berwenang berbicara kepada media.

Sebuah posting di halaman Twitter terverifikasi Nhat Hanh yang dikaitkan dengan The International Plum Village Community of Engaged Buddhism juga mengkonfirmasi berita tersebut.

“Kami mengundang keluarga spiritual global kami yang terkasih untuk mengambil beberapa saat untuk hening, untuk kembali ke pernapasan penuh perhatian kami, saat kita bersama-sama memegang Thay di hati kita.”

Baca Juga: Renungan Sabtu, 22 Januari 2022 (Pekan Biasa II - St Atansius dr Persia, St Vinsensius dr Zaragoza)

Lahir sebagai Nguyen Xuan Bao pada tahun 1926 dan ditahbiskan pada usia 16 tahun, Nhat Hanh menyaring ajaran Buddha tentang kasih sayang dan penderitaan menjadi panduan yang mudah dipahami sepanjang hidup yang didedikasikan untuk bekerja demi perdamaian.

Pada tahun 1961 ia pergi ke Amerika Serikat untuk belajar, mengajar perbandingan agama untuk sementara waktu di universitas Princeton dan Columbia.

Untuk sebagian besar sisa hidupnya, ia tinggal di pengasingan di Desa Plum, sebuah pusat retret yang ia dirikan di Prancis selatan.

Di sana dan dalam pembicaraan dan retret di seluruh dunia, ia memperkenalkan Buddhisme Zen, pada intinya, sebagai perdamaian melalui mendengarkan dengan penuh kasih.

Baca Juga: ASN Bimas Katolik Terima Vaksin Booster di Gereja HKBP: Saatnya Menanggalkan Kulit dan Menyatakan Isi

Halaman:

Editor: Eleazar

Sumber: The Associated Press

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paus Fransiskus Inginkan Homili yang Lebih Baik

Kamis, 26 Januari 2023 | 21:04 WIB

Hanya Ada Satu Tuhan di Korea Utara, Siapa Itu?

Rabu, 18 Januari 2023 | 13:52 WIB

Renungan Katolik, Selasa, 17 Januari 2023

Selasa, 17 Januari 2023 | 06:48 WIB

Senin, 16 Januari 2023: Pesta Santa Priscila

Senin, 16 Januari 2023 | 08:17 WIB

Renungan Katolik, Senin, 16 Januari 2023

Senin, 16 Januari 2023 | 07:42 WIB

SARI FIRMAN HARI INI, Senin, 16 Januari 2023

Senin, 16 Januari 2023 | 07:29 WIB
X