• Kamis, 18 Agustus 2022

Demonstran Pro-Aborsi Lontarkan Kata Kotor ke Umat Katolik yang Berdoa di Katedral St Patrik New York

- Selasa, 25 Januari 2022 | 10:30 WIB
Demonstran pro-aborsi meneriakkan kata-kata kotor kepada orang-orang yang meninggalkan aksi pro-kehidupan di Katedral St. Patrick di New York City pada 22 Januari 2022.  (Joe Bukuras/CNA)
Demonstran pro-aborsi meneriakkan kata-kata kotor kepada orang-orang yang meninggalkan aksi pro-kehidupan di Katedral St. Patrick di New York City pada 22 Januari 2022. (Joe Bukuras/CNA)

NEW YORK (katolikku.com) - Barikade dan barisan polisi melindungi peserta pro-kehidupan yang masuk dan keluar dari Keuskupan Agung New York's Prayer Vigil for Life di St. Patrick's Cathedral Sabtu malam, ketika anggota kelompok aktivis New York City for Abortion Rights meneriakkan penghinaan dan meneriakkan kata-kata kotror dan vulgar kepada mereka.

"Got to h*** b ****," seorang pengunjuk rasa berteriak pada seorang pengunjung gereja. Beberapa demonstran lain meneriakkan "F*** you" dan membuat gerakan cabul ketika sejumlah orang dari anak-anak hingga pria dan wanita tua keluar dari gereja di tengah kota Manhattan.

Selain vulgar, demonstran meneriakkan "Malu," "Terima kasih Tuhan untuk aborsi," "Pulang fasis, pulang," dan "New York membencimu," bersama dengan slogan-slogan pro-pilihan ditujukan untuk pengunjung gereja.

Baca Juga: Doa Katolik Agar Memilih Pasangan Hidup yang Tepat

Menjelang akhir protes, slogan-slogan pro-aborsi termasuk "Tuhan mencintai aborsi," dan "Aborsi selamanya" menyala di bagian luar katedral saat para demonstran bersorak.

Pada 20 Januari lain di Washington, DC, kelompok aktivis lainnya, Catholics for Choice, memproyeksikan slogan-slogan pro-pilihan di bagian depan Basilika National Shrine of the Immaculate Conception selama Misa dan Jam Suci pada malam March for Life.

Sekitar 100 demonstran menghadiri rapat umum Kota New York, yang oleh penyelenggara dijuluki "F*** the March for Life" dalam sebuah posting Instagram.

Baca Juga: Doa Katolik Untuk Pernikahan yang Bahagia

Banyak peserta menggunakan drum, shaker, dan pembuat suara lainnya, yang dapat didengar oleh orang-orang di dalam katedral.

Halaman:

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Nikaragua Culik Seorang Imam Katolik Lagi

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:07 WIB
X