• Rabu, 17 Agustus 2022

Keuskupan Meksiko tidak Akan Berikan Komuni kepada Politisi Katolik Pro Aborsi

- Selasa, 15 Maret 2022 | 16:20 WIB

DENVER (Katolikku.com)Politisi Katolik yang memberikan suara mendukung undang-undang yang melegalkan aborsi hingga usia janin 13 minggu tidak akan dapat menerima Ekaristi atau menjadi wali baptis.

Keputusan tersebut diumumkan  Keuskupan Culiacan setelah badan legislatif negara bagian Sinaloa di Meksiko memilih untuk melegalkan aborsi hingga usia janin 13 minggu.

Pengumuman disampaikan Pastor Miguel Angel Soto Gaxiola, Direktur Komisi Culiacan untuk Kehidupan, Keluarga, Pemuda dan Awam.

Dikatakannya, anggota parlemen Katolik yang memilih mendukung aborsi tidak akan diberikan Komuni. Sikap tersebut adalah "pengakuan atas orang-orang yang secara objektif tidak layak, keadaan seseorang untuk menerima Tubuh Kristus.”

Baca Juga: Menanti Vladimir Putin Tersenyum

Keuskupan Culiacan berada di negara bagian Sinaloa dan termasuk ibu kota Culiacan. Sinaloa menjadi negara bagian Meksiko ketujuh yang mendekriminalisasi aborsi.

Dalam surat yang ditujukan kepada politisi Katolik, Pastor Soto Gaxiola menunjukkan bahwa "hari ini kita memiliki banyak orang yang tersinggung oleh pengkhianatan publik terhadap ajaran Gereja tentang iman dan moral oleh para legislator yang menyebut diri mereka 'Katolik'."

Dia melanjutkan: "Memang, pertanyaan umat beriman masuk akal: Bagaimana seorang Katolik yang secara terbuka mempromosikan dan mendukung kebijakan yang bertentangan dengan Kehidupan datang ke Misa dan pendekatan untuk menerima komuni?

“Dalam Magisterium Gereja, nilai kehidupan selalu dan setiap saat dipertahankan dari konsepsinya sampai kematian alaminya,” kata pernyataan itu.

Baca Juga: Pemerintah Nikaragua Usir Duta Besar Vatikan, Mgr Waldemar Stanislaw Sommertag

Halaman:

Editor: Eleazar

Sumber: Catholic News Agency

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Nikaragua Culik Seorang Imam Katolik Lagi

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:07 WIB
X