• Kamis, 18 Agustus 2022

Guru Katolik Kerala, India Lawan Diskriminasi Pemerintah Komunis

- Rabu, 16 Maret 2022 | 08:01 WIB
Sekolah Menengah Atas Christ Nagar adalah salah satu dari banyak sekolah Katolik di Kerala. (UCA News)
Sekolah Menengah Atas Christ Nagar adalah salah satu dari banyak sekolah Katolik di Kerala. (UCA News)

KERALA, INDIA (Katolikku.com) - Para Uskup Katolik meminta pemerintah yang dipimpin komunis di negara bagian Kerala, India selatan, untuk mengakhiri diskriminasi terhadap guru di sekolah yang dikelola gereja dalam pengangkatan, gaji, dan tunjangan lainnya.

Pemerintah belum memenuhi janjinya untuk mengangkat guru di sekolah-sekolah yang dikelola gereja sehingga menyebabkan ratusan guru Katolik yang memenuhi syarat menganggur, kata Pastor Charles Leon, Sekretaris Komisi Pendidikan Dewan Uskup Katolik Kerala.

Pemerintah, yang kembali berkuasa pada 2021 setelah menyelesaikan masa jabatan lima tahun, berjanji untuk memenuhi tuntutan sekolah-sekolah yang dikelola Katolik menjelang pemilihan sebelumnya. Tapi janjinya tidak dipenuhi, kata imam itu.

Baca Juga: Pernah Kena Bom Tentara Indonesia, Pastor Jose Alves Martins Berpulang, Timor-Leste Berduka

Pemerintah harus menyetujui pengangkatan guru di sekolah yang dikelola gereja yang menerima bantuan keuangan dari negara. Tetapi pemerintah “telah berlarut-larut dalam hal pengangkatan guru di sekolah-sekolah Katolik sejak 2016,” kata Pastor Leon kepada UCA News.

Manajemen Gereja di keuskupan telah memilih ratusan guru tetapi tidak dapat mengangkat mereka karena pemerintah belum menyetujui pengangkatan selama lebih dari enam tahun sekarang.

“Ini telah merampas pekerjaan bagi ratusan pemuda Katolik yang memenuhi syarat. Tetapi masalah yang lebih serius adalah ribuan anak yang tidak mendapatkan pendidikan berkualitas,” kata imam itu.

Para guru di sekolah-sekolah yang dikelola gereja di seluruh 32 keuskupan di seluruh Kerala memprotes pada 10 Maret di bawah Catholic Teachers Guild.

Baca Juga: Keuskupan Meksiko tidak Akan Berikan Komuni kepada Politisi Katolik Pro Aborsi

“Kami akan melanjutkan program protes lainnya jika pemerintah gagal memenuhi janjinya dan memberikan kami hak konstitusional kami,” kata C.T. Varghese, sekretaris jenderal serikat.

Halaman:

Editor: Eleazar

Sumber: UCA News (Union of Catholic Asian News)

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Nikaragua Culik Seorang Imam Katolik Lagi

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:07 WIB
X