• Rabu, 17 Agustus 2022

Vandalisme di India, Monumen Kristus Tersalib Mumbai Dirusak

- Kamis, 17 Maret 2022 | 07:25 WIB
Sebuah patung Yesus Kristus di pintu masuk Gereja Penebus Suci di Ambala Cantonment, India Utara dirusak oleh penjahat tak dikenal pada akhir Desember 2021. (The Indian Express)
Sebuah patung Yesus Kristus di pintu masuk Gereja Penebus Suci di Ambala Cantonment, India Utara dirusak oleh penjahat tak dikenal pada akhir Desember 2021. (The Indian Express)

MUMBAI (Katolikku.com) – Aksi vandalisme terhadap simbol Kekristenan Kembali terjadi di India. Monumen Kristus Tersalib yang terletak di depan Pavan Hans, di barat Mumbai, ibu kota Negara Bagian Maharastra, India, sengaja dirusak oleh orang tak dikenal.

"Kami ngeri dengan kesekian kalinya tindakan penghinaan dan kekerasan serampangan terhadap Kristen. Agama minoritas di kota ini, terutama Kristen, terus-menerus dilecehkan karena tempat ibadah mereka secara teratur menjadi sasaran dan menjadi sasaran vandalisme," kata Fides Nicholas Almeida, Pemimpin awam Katolik dari Keuskupan Agung Bombay, anggota LSM "Watchdog Foundation".

Umat ​​beriman memperbarui permintaan untuk memasang kamera CCTV di kota. 

Baca Juga: Rusia dan Ukraina akan Dikonsekrasikan kepada Hati Maria yang Tak Bernoda di Vatikan, 25 Maret Ini

"Kami telah melihat sejumlah insiden serupa di Mumbai, khususnya di daerah Santa Cruz, Juhu dan Bandra, yang berada di barat kota. Tindakan ini melukai sentimen keagamaan komunitas Kristen dan oleh karena itu intervensi oleh pihak berwenang diperlukan," lanjut Almeida.

"Pemerintah negara bagian Maharastra memiliki tugas melindungi semua warga negara, agama apa pun yang mereka anut, dan tempat ibadah mereka", tegas Vivian D'Souza, pemimpin awam Katolik setempat lainnya.

Dalam 45 hari pertama tahun 2022, 53 insiden kekerasan terhadap orang Kristen tercatat di berbagai bagian India, lapor sebuah catatan dari kelompok ekumenis "United Christian Forum" (UCF) yang berbasis di New Delhi.

Baca Juga: Pastor Agustinus Adeodatus Wiyono Wakil Katolik yang Memberkati Proyek Ibu Kota Baru

UCF mencatat "peningkatan yang mengkhawatirkan dalam episode-episode kekerasan terhadap orang Kristen".

UCF telah mengaktifkan saluran bantuan telepon khusus yang mengumpulkan laporan dan membantu orang Kristen dalam kesulitan, baik dalam hubungan dengan pihak berwenang maupun dalam memberikan nasihat hukum. Pada tahun 2021, terdapat 505 laporan aksi kekerasan terhadap Kristen. ***

Halaman:

Editor: Eleazar

Sumber: Agenzia Fides

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Nikaragua Culik Seorang Imam Katolik Lagi

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:07 WIB
X