• Senin, 27 Juni 2022

Setelah 27 Tahun Ditembak, Aktivis Katolik 12 Tahun Menangkan Penghargaan Tertinggi di Pakistan

- Sabtu, 26 Maret 2022 | 09:39 WIB
Patras Masih (kiri) menerima penghargaan Sitara-e-Shujaat atas nama saudaranya Iqbal Masih dari Presiden Pakistan Arif Alvi di President House di Islamabad pada 23 Maret. (UCA News)
Patras Masih (kiri) menerima penghargaan Sitara-e-Shujaat atas nama saudaranya Iqbal Masih dari Presiden Pakistan Arif Alvi di President House di Islamabad pada 23 Maret. (UCA News)

ISLAMABAD (Katolikku.com) - Pemerintah Pakistan telah memberikan salah satu penghargaan sipil tertinggi kepada pembuat karpet Katolik yang dibunuh karena mengadvokasi penentangan pekerja anak.

Presiden Arif Alvi menganugerahkan penghargaan Sitara-e-Shujaat atas keberaniannya kepada Iqbal Masih di ibu kota negara Islamabad pada 23 Maret 2022.

Pada Minggu Paskah April 1995, Iqbal Masih ditembak mati saat mengunjungi kerabat di sebuah desa dekat Muridke, sekitar 350 kilometer tenggara Islamabad. Dia baru berusia 12 tahun.

Dia dijual sebagai budak di sebuah pabrik karpet pada usia empat tahun oleh ayahnya, yang ingin mendapatkan pinjaman untuk pernikahan putra sulungnya. Utangnya kurang dari 4 dolar AS (600 rupee).

 

Baca Juga: Jadwal Misa Online Minggu Prapaskah IV,  Sabtu dan Minggu, 26 dan 27 Maret 2022Dia melarikan diri pada usia 10 tahun dan menjadi advokat publik yang blak-blakan menentang eksploitasi anak.

Front Pembebasan Buruh Berikat (BLLF) membebaskannya pada tahun 1992. Setelah bergabung dengan BLLF, ia mengekspos pekerja anak yang terikat di industri karpet Pakistan, membantu membebaskan sekitar 3.000 anak lain dari kerja paksa dan berkeliling Pakistan untuk meningkatkan kesadaran tentang perbudakan anak.

Pada tahun 1994, ia menjadi anak termuda yang memenangkan Penghargaan Hak Asasi Manusia Reebok untuk Pemuda dalam Aksi dan memenangkan pengakuan internasional sebagai pemimpin anak-anak yang ia ingin bebaskan dari kerja paksa.

"Aku sedih. Saya ingin Iqbal mendapatkan penghargaan. Ini adalah suatu kehormatan bagi umat Kristen. Saya berterima kasih kepada Presiden karena mengingat kesyahidan saudara saya,” kata Patras Masih, kakak Iqbal yang menerima penghargaan di President House.

 

Halaman:

Editor: Eleazar

Sumber: UCA News (Union of Catholic Asian News)

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X