• Rabu, 17 Agustus 2022

Uskup Agung Cordileone Larang Ketua DPR AS Terima Komuni sampai Dia Berhenti Dukung Aborsi

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 12:30 WIB
Ketua DPR AS Nancy Pelosi di Gedung Capitol pada 19 Mei 2022, Washington, DC dan Uskup Agung San Francisco Salvatore Joseph Cordileone di Basilika St. Petrus pada 29 Juni 2013, di Kota Vatikan, (kanan). (Catholic News Agency)
Ketua DPR AS Nancy Pelosi di Gedung Capitol pada 19 Mei 2022, Washington, DC dan Uskup Agung San Francisco Salvatore Joseph Cordileone di Basilika St. Petrus pada 29 Juni 2013, di Kota Vatikan, (kanan). (Catholic News Agency)

“Saya juga menasihati dia bahwa jika dia menolak untuk melakukan ini, saya akan dipaksa untuk membuat pengumuman publik bahwa dia tidak boleh menerima Komuni Kudus.”

Uskup Cordileone mengatakan bahwa dia tidak menerima tanggapan, tetapi menghubungi Pelosi lagi sebulan kemudian ketika dia menggambarkan dirinya sebagai "Katolik yang taat" sambil menjelaskan mengapa dia mendukung aborsi, setelah bocornya draf pendapat yang menyarankan Mahkamah Agung untuk menjatuhkan Roe v. Wade.

“Sebagai akibat dari semua ini dan semua yang mengarah padanya,” kata Cordileone kepada para imam, “adalah penilaian saya yang teguh bahwa penolakan terhadap nasihat pastoral ini telah berlangsung terlalu lama, dan tidak ada lagi yang dapat dilakukan pada saat ini,  titik untuk membantu Pelosi memahami keseriusan kejahatan yang dilakukan karena mengadvokasi aborsi dan skandal yang dia sebabkan.

Baca Juga: Seorang Pastor Katolik Tewas di Dekat Perbatasan AS-Meksiko, Diduga Dibunuh

"Oleh karena itu saya mengeluarkan pemberitahuan yang disebutkan di atas bahwa dia tidak boleh menerima Komuni Kudus," tulisnya.

 

Kebuntuan yang berlangsung lama

Cordileone dan Pelosi telah berulang kali bentrok terkait aborsi sejak Paus Benediktus XVI menunjuk Cordileone untuk memimpin Keuskupan Agung San Francisco pada 2012.

Ketegangan meningkat terutama pada tahun 2021 ketika desakan untuk membatalkan keputusan Roe v. Wade tahun 1973 mencapai Mahkamah Agung dan para uskup AS terlibat dalam diskusi panas mengenai apakah politisi pro-aborsi harus ditolak menerima Komuni.

Pada Mei 2021, Pelosi mengatakan bahwa dia “senang” dengan surat Vatikan kepada para uskup AS yang membahas perdebatan tersebut. Dia mengklaim bahwa Vatikan telah menginstruksikan para uskup untuk tidak “terpecah belah” dalam masalah ini.

Halaman:

Editor: Eleazar

Sumber: Catholic News Agency

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Nikaragua Culik Seorang Imam Katolik Lagi

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:07 WIB
X