• Rabu, 17 Agustus 2022

Terkait Misa Latin, Pastor ‘Pembangkang’ Cap Paus Fransiskus sebagai ‘Diktator’

- Minggu, 26 Juni 2022 | 17:34 WIB
Pastor John Brucciani (kiri) dan Pastor Robert Brucciani, dua 'pastor pembangkang' merasa terdorong untuk berbicara tentang masa depan Gereja Katolik  (Jeff Gilbert) (Jeff Gilbert)
Pastor John Brucciani (kiri) dan Pastor Robert Brucciani, dua 'pastor pembangkang' merasa terdorong untuk berbicara tentang masa depan Gereja Katolik (Jeff Gilbert) (Jeff Gilbert)

LONDON (Katolikku.com)- Paus Fransikus telah dituding sebagai ‘Paus diktator’ karena mendesak modernisasi gereja dan melarang Misa Latin.

Tudingan itu disampakan oleh dua bersaudara, Pastor John Brucciani, 54, dan Pastor Robert Brucciani, 48, keduanya adalah imam dari Persaudaraan Serikat Santo Pius X (FSSPX), sebuah perkumpulan imam Katolik internasional yang bertentangan dengan sikap liberal Paus Fransiskus.

Melansir laporan The Telegraph Sabtu (25/6), tuduhan kontroversial mereka yang ditujukan kepada Paus muncul di tengah perbedaan pendapat yang meluas di dalam Gereja Katolik antara kaum tradisionalis dan reformis, ketika Paus Fransiskus terus menindak kelompok-kelompok konservatif dan layanan Misa tradisional Latin.

Baca Juga: Arkeolog Temukan Relik Kristen dalam Gereja yang Dirusak ISIS

Tudingan itu juga muncul bersamaan langkah Serikat Pius X (FSSPX) bersiap untuk membangun gereja pertamanya dari awal di tanah Inggris – di atas 19 kapel lainnya – dan telah mulai menahbiskan pastor  baru untuk memenuhi “permintaan yang meningkat” akan tradisi Misa Latin.

‘Berjuang’ demi masa depan gereja

Sekarang, faksi imam konservatif yang membangkang sedang mempersiapkan “bergabungnya” sejumlah umat di tengah kekhawatiran bahwa Gereja Katolik sedang berjuang untuk tetap relevan dan menarik orang percaya baru.

Baca Juga: Bacaan I, Senin, 27 Juni 2022, Peringatan Fakultatif St. Sirilus dari Aleksandria (Amsal 2:6-10,13-16)

Dalam sebuah wawancara dengan The Telegraph, dua bersaudara Brucciani mengatakan bahwa mereka merasa terdorong untuk berbicara karena mereka khawatir tentang keberlanjutan masa depan Gereja Katolik, yang mereka khawatirkan akan “turun dengan cepat”.

Halaman:

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Nikaragua Culik Seorang Imam Katolik Lagi

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:07 WIB
X