• Jumat, 30 September 2022

Renungan Katolik Rabu, 17 Agustus 2022 (Pekan Biasa XX, Hari Raya Kemerdekaan Indonesia)

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 22:59 WIB
Pater Kons Beo, SVD
Pater Kons Beo, SVD

Bacaan I Putera Sirakh 10:1-8
Mazmur Tanggapan Mzm 101:1a.2ac.3a.6-7
Bacaan II 1Petrus 2:13-17
Injil Matius 22:15-21

"Hendaklah engkau tidak menaruh benci kepada sesamu...."
Sirakh 10:6
(Omnis iniuriae proximi ne memineris....)

KEMERDEKAAN itu adalah alam kita bersama. Saat kita tiba pada sesama. Dengan suasana hati penuh terbuka. Polos dan sungguh spontan.

Baca Juga: Bacaan Injil, Hari Rabu, Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-77(Matius 22:15-21)

DI SITU, tak ada lagi jurang-jurang pemisah. Tak terdapat lagi tembok-tembok tebal pembatas 'jarak pandang batin kita.' Satu terhadap yang lain. Sebab kita semua pada tahu: seperti apa hidup dalam kesejajaran dan kesetaraan.

KEMERDEKAAN tak cuma bicara tentang dahsyatnya derap pembangunan fisik. Ia lebih menyentuh kewibawaan aura hidup bersama yang elegan. Saat semuanya terlebur dalam gema potret merdeka. Seperti apa itu?

SUDAH bebas negeri kita berarti sungguh "serigala, domba, macan tutul, anak lembu, anak singa, singa, lembu, anak bayi serta ular beludak dapat membentuk satu harmoni kehidupan yang sejuk" (cf Yes 11:6-8). Di situ, tak ada aksi beringas penuh tekanan dan tak ada rasa takut tak menentu.

Baca Juga: Bacaan I, Hari Rabu, Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-77 (Sirakh 10:1-8)

SEBAB, seperti kata Nabi Yesaya, "Tidak ada yang akan berbuat jahat dan berlaku busuk..." (Yes 11:9). Tak ada apapun yang mencabik-cabik 'kekitaan kita.' Sebab, kebinekaan adalah panggilan kepada rasa persatuan dan kesatuan.

Halaman:

Editor: Abraham Runga Mali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kepada Paus Fransiskus: Mgr Mandagi Utarakan Harapannya

Kamis, 29 September 2022 | 09:17 WIB

Begini Jadwal 'Doa Rosario Misioner Selama' Oktober 2022

Senin, 26 September 2022 | 22:09 WIB
X