• Jumat, 30 September 2022

Pemerintah di Flores Awasi Kelompok Gerakan Kristen yang Berasal dari China

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 23:09 WIB
Para angora Gereja Tuhan yang Maha Kuasa (Almighty God) mengadakan sebuah reli untuk mengenang 30 tahun pembantaian di Lapangan Tiananmen di Capitol, Washington, AS pada 4 Juni 2019.
Para angora Gereja Tuhan yang Maha Kuasa (Almighty God) mengadakan sebuah reli untuk mengenang 30 tahun pembantaian di Lapangan Tiananmen di Capitol, Washington, AS pada 4 Juni 2019.

RUTENG (Katolikku.com) - Pemerintah Kabupaten Manggarai di Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan sedang mengawasi sebuah kelompok gerakan Kristen yang berasal dari China dan terus berupaya menggaet orang-orang Katolik untuk bergabung dengannya.

Dalam sebuah pernyataan, Gondolpus B. Nggarang, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Manggarai, mengatakan saat ini mereka “melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap orang-orang yang diduga terpapar” gerakan yang disebut Gereja Tuhan yang Maha Kuasa (Church Almighty God, CAG) itu.

CAG, juga dikenal sebagai Eastern Lightning, diyakini memiliki sekitar 3-4 juta anggota di Tiongkok. Kelompok ini dilaporkan dibidik rezim Komunis karena sikap anti-pemerintahnya, sementara kelompok-kelompok Kristen arus utama melihatnya sebagai gerakan pemujaan yang radikal.

Baca Juga: Renungan Katolik Rabu, 17 Agustus 2022 (Pekan Biasa XX, Hari Raya Kemerdekaan Indonesia)

Nggarang menyatakan, di kabupaten Manggarai, kelompok ini dipimpin oleh seorang ibu bernama Maria Fatima Susur, dan gencar melakukan perekrutan anggota baru, termasuk anak-anak sekolah melalui media sosial.

“Sasaran mereka adalah ibu-ibu dan kaum perempuan lainnya, baik yang ada hubungan keluarga dengan mereka, maupun tetangga di sekitar tempat tinggal mereka,” katanya.

Ia mengatakan, mereka mengetahui keberadaan kelompok ini setelah pada Mei dilaporkan oleh Yohanes Latus, suami dari Susur karena isterinya itu “tidak lagi ke Gereja Katolik untuk mengikuti Misa.”

Baca Juga: Bacaan Injil, Hari Rabu, Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-77(Matius 22:15-21)

“Suaminya tidak setuju karena ajaran kelompok itu berbeda dengan keyakinannya sebagai orang Katolik. Anak-anak mereka sempat dipengaruhi oleh ibu mereka, tapi mereka tidak mau mengikutinya,” katanya.

Ia menjelaskan, karena Susur terus berupaya membujuk suami dan anak-anaknya untuk mengikuti kelompok itu, ia akhirnya diusir dari rumahnya.

Halaman:

Editor: Abraham Runga Mali

Tags

Terkini

Kepada Paus Fransiskus: Mgr Mandagi Utarakan Harapannya

Kamis, 29 September 2022 | 09:17 WIB

Begini Jadwal 'Doa Rosario Misioner Selama' Oktober 2022

Senin, 26 September 2022 | 22:09 WIB
X