• Jumat, 30 September 2022

Pertama dalam Sejarah: Katolik Melebihi Jumlah Protestan di Irlandia Utara

- Kamis, 22 September 2022 | 22:37 WIB
Ilustrasi: Orang Katolik berdoa (Kzenon/AlamyKoresponden Rory Carroll, Irlandia)
Ilustrasi: Orang Katolik berdoa (Kzenon/AlamyKoresponden Rory Carroll, Irlandia)

DUBLIN (Katolikku.com) -Pergeseran demografis yang ditunjukkan dalam sensus diharapkan tetapi masih akan memberikan pukulan psikologis bagi serikat pekerja karena tingkat kelahiran yang lebih tinggi di antara umat Katolik secara bertahap menutup kesenjangan dengan Protestan, kata seorang sejarawan. Foto: Kzenon/AlamyKoresponden Rory Carroll Irlandia

Umat ​​Katolik melebihi jumlah Protestan di Irlandia Utara untuk pertama kalinya, sebuah tonggak demografis bagi sebuah negara bagian yang dirancang seabad lalu untuk memiliki mayoritas Protestan permanen.

Baca Juga: Haruskah Orang Katolik Mendukung Forum Ekonomi Dunia?

Hasil dari sensus 2021 yang dirilis pada hari Kamis, 22 September 2022, menunjukkan bahwa 45,7% penduduk beragama Katolik atau dari latar belakang Katolik dibandingkan dengan 43,48% dari latar belakang Protestan atau Kristen lainnya.

Angka sensus 2011 adalah 45% Katolik dan 48% Protestan. Tidak ada blok yang mayoritas.

Kemiringan demografis diharapkan tetapi masih akan memberikan pukulan psikologis kepada anggota serikat pekerja, yang selama beberapa dekade mengandalkan mayoritas Protestan yang seharusnya tidak dapat ditembus untuk menjaga posisi Irlandia Utara di Inggris.

Diarmaid Ferriter, seorang sejarawan dan penulis, mengatakan: “Sudah lama datang.

Baca Juga: Bacaan Injil Hari Jumat 23 September 2022, Peringatan Wajib Padre Pio (Lukas 9:18-22)

Mereka telah menyaksikan hilangnya supremasi politik mereka. Melihat hilangnya supremasi numerik mereka adalah pukulan lain.”

Pembagian kekuasaan Irlandia Utara tergelincir ke 2023 karena sedikit yang menikmati pemilihan musim dingin.

Tingkat kelahiran yang lebih tinggi di antara umat Katolik secara bertahap menutup kesenjangan, metrik yang diawasi ketat karena mereka cenderung mengidentifikasi sebagai Irlandia sementara Protestan cenderung mengidentifikasi sebagai Inggris.

Halaman:

Editor: Maximus Ali Perajaka

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kepada Paus Fransiskus: Mgr Mandagi Utarakan Harapannya

Kamis, 29 September 2022 | 09:17 WIB

Begini Jadwal 'Doa Rosario Misioner Selama' Oktober 2022

Senin, 26 September 2022 | 22:09 WIB
X