• Jumat, 2 Desember 2022

Selain Tekankan 'Modal Spiritual', Paus Serukan Keberanian Mengendalikan Bahan Bakar Fosil untuk Lindungi Bumi

- Minggu, 25 September 2022 | 14:00 WIB
Paus Fransiskus saat berbicara kepada para pelaku ekonomi muda di Asisi, Italia, Sabtu, 24 Septermb 2022,  (Media Vatikan)
Paus Fransiskus saat berbicara kepada para pelaku ekonomi muda di Asisi, Italia, Sabtu, 24 Septermb 2022, (Media Vatikan)

ASISI (Katolikku.com) - Pada konferensi internasional tentang ekonomi di Assisi, Italia, 24 September, Paus Fransiskus telah menyerukan keberanian untuk meninggalkan bahan bakar fosil dan menyesalkan bahwa generasi yang lebih tua tidak tahu bagaimana melindungi planet ini dan mengamankan perdamaian.

Paus, yang mengunjungi Assisi, tempat kelahiran santo senama yang dekat dengan alam, mengatakan kepada kaum muda bahwa dia menggantungkan harapannya pada upaya mereka dalam bekerja untuk menyelamatkan planet ini dan membuat ekonomi dunia lebih memperhatikan miskin.

Selama kunjungan singkatnya ke kota perbukitan di Italia tengah, Fransiskus berbicara di depan 1.000 orang muda, beberapa di antaranya adalah ekonom muda. Lainnya ada mereka yang terlibat dalam upaya, termasuk start-up, yang berfokus pada membantu lingkungan.

Modal Spiritual

Paus Fransiskus juga menekannya pentingnya 'modal spiritual' yang memberi makna hidup.

"Kita prihatin bahwa sekarang ini ada gejalan semakin hilangnya makna spiritual dalam kehidupan banyak orang muda saat ini - kekurangan yang sering digantikan oleh fokus yang tidak semestinya pada barang-barang materi," katanya.

“Manusia, yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, adalah pencari makna sebelum menjadi pencari harta benda. Itu sebabnya modal pertama masyarakat mana pun adalah modal spiritual,” katanya.

“Orang-orang muda terutama menderita karena kurangnya makna ini,” kata paus. “Menghadapi rasa sakit dan ketidakpastian hidup, mereka sering mendapati jiwa mereka kehabisan sumber daya spiritual yang dibutuhkan untuk memproses penderitaan, frustrasi, kekecewaan, dan kesedihan.”

“Lihatlah tingkat bunuh diri remaja, bagaimana hal itu meningkat,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Maximus Ali Perajaka

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bacaan I, Selasa, 29 November 2022: Mingga Adven I

Senin, 28 November 2022 | 21:25 WIB

BPIP Gelar Sarasehan Guru Pendidikan Pancasila

Senin, 28 November 2022 | 20:28 WIB

Pater Kornelis Dosi SVD Mendadak Meninggal Dunia, RIP

Minggu, 27 November 2022 | 14:52 WIB
X