• Jumat, 2 Desember 2022

Sikap Bungkam Vatikan atas Peradilan Kardinal Yoseph Zen Membingungkan

- Kamis, 29 September 2022 | 16:38 WIB
Kardinal Joseph Zen, salah satu pemuka agama Katolik di Asia, tiba di pengadilan untuk diadili di Hong Kong pada 26 September. (AFP)
Kardinal Joseph Zen, salah satu pemuka agama Katolik di Asia, tiba di pengadilan untuk diadili di Hong Kong pada 26 September. (AFP)

HONGKONG (Katolikku.com) - Kardinal Joseph Zen sedang diadili pada saat yang sensitif ketika Vatikan mencoba memperbarui perjanjian rahasianya yang kontroversial tentang penunjukan uskup bersama Beijing bulan depan.

Kardinal Zen kelahiran Shanghai telah mengkritik kesepakatan Vatikan-China, yang pertama kali ditandatangani pada tahun 2018. Dia menyebut perjanjian tersebut sebagai “penjualan” umat Katolik bawah tanah China, yang telah menghadapi penganiayaan karena tetap setia kepada Roma.

Simpatinya ditujukan kepada umat Katolik yang menentang Asosiasi Patriotik Katolik yang didukung Partai Komunis di China selama lebih dari enam dekade.

Kardinal Zen, pensiunan uskup Hong Kong, ditangkap bersama lima orang lainnya pada bulan Mei. Mereka dituduh gagal mengajukan permohonan pendaftaran masyarakat lokal untuk Dana Bantuan Kemanusiaan, yang memberikan bantuan kepada pengunjuk rasa pro-demokrasi pada 2019.

Baca Juga: Akun Medsos Resmi Sinode Posting Gambar 'Aneh' Seakan Promosikan Imam Katolik Wanita

Kardinal berusia 90 tahun itu tiba di pengadilan di West Kowloon pada 26 September menggunakan tongkat.

Namun, persidangan telah ditunda hingga 26 Oktober setelah pengacara pembela minggu ini dilaporkan mencoba melawan saksi polisi yang dipanggil oleh jaksa, secara signifikan menunda proses.

Mereka yang dituduh bersama Zen adalah pengacara Margaret Ng, penyanyi-aktivis Denise Ho, sarjana studi budaya Hui Po-keung, aktivis Sze Ching-wee, dan mantan legislator Cyd Ho.

Semua terdakwa mengaku tidak bersalah dan dana kontroversial tersebut dibubarkan pada Oktober 2021. Namun jaksa mengatakan bahwa dana tersebut menggunakan sebagian dari sumber dayanya untuk kegiatan politik dan acara non-amal.

Baca Juga: Diizinkan Dampingi Sang Putri Saat Misa Komuni Pertama, Wanita Muslim Bilang, ‘Alhamdulilah’

Halaman:

Editor: Eleazar

Sumber: UCA News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bacaan I, Selasa, 29 November 2022: Mingga Adven I

Senin, 28 November 2022 | 21:25 WIB

BPIP Gelar Sarasehan Guru Pendidikan Pancasila

Senin, 28 November 2022 | 20:28 WIB

Pater Kornelis Dosi SVD Mendadak Meninggal Dunia, RIP

Minggu, 27 November 2022 | 14:52 WIB
X