• Jumat, 2 Desember 2022

Vatikan Konfirmasi Uskup Belo di bawah 'Pembatasan Disipliner' Terkait Pelecehan Seksual

- Jumat, 30 September 2022 | 08:27 WIB
Uskup Carlos Ximenes Belo berdoa dalam sebuah upacara untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan kepala Badan Transisi PBB di Timor Lorosa'e, Sergio Vieira De Mello di Dili, pada 23 Agustus 2003.  (Foto: AP)
Uskup Carlos Ximenes Belo berdoa dalam sebuah upacara untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan kepala Badan Transisi PBB di Timor Lorosa'e, Sergio Vieira De Mello di Dili, pada 23 Agustus 2003.  (Foto: AP)

VATIKAN (Katolikku.com) - Vatikan mengkonfirmasi pada hari Kamis bahwa Carlos Filipe Ximenes Belo, seorang pemenang Nobel dan uskup dari negara Asia Tenggara Timor Leste, telah berada di bawah “pembatasan disipliner tertentu” sejak September 2020 terkait dengan tuduhan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Matteo Bruni, Direktur Kantor Pers Vatikan, mengatakan dalam sebuah pernyataan 29 September 2022 kepada pers bahwa Kongregasi untuk Ajaran Iman “pertama kali terlibat dalam kasus ini pada 2019” dan memberlakukan pembatasan pada Belo pada September berikutnya.

“Ini termasuk pembatasan gerakannya dan pelaksanaan pelayanannya, larangan kontak sukarela dengan anak di bawah umur, wawancara dan kontak dengan Timor Leste,” kata Bruni.

“Pada November 2021, langkah-langkah ini dimodifikasi dan diperkuat. Pada kedua kesempatan itu, tindakan itu secara resmi diterima oleh uskup,” katanya.

Baca Juga: Padre Marco SVD Hadiri KTT Olahraga dan Kemanusiaan di Vatikan

Belo (74), seorang imam Salesian St. John Bosco, memimpin Keuskupan Agung Dili sebagai administrator apostolik dari 1988–2002.

Bersama dengan Presiden Timor Timur saat ini Jose Ramos-Horta, Belo menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1996 untuk perlawanan dan advokasi tanpa kekerasannya di tengah pencaplokan dan pendudukan Indonesia tahun 1975-1999 di negara tersebut.

Pernyataan Vatikan muncul setelah majalah Belanda yang berhaluan kiri, De Groene Amsterdammer, menerbitkan pada 28 September sebuah penyelidikan atas tuduhan pelecehan, termasuk pemerkosaan, yang diduga dilakukan oleh Belo terhadap remaja laki-laki, baik sebelum dan sesudah ia menjadi administrator apostolik Dili.

Penyelidikan secara anonim mengutip dua tersangka korban, sekarang berusia 40-an, yang mengatakan uskup menyalahgunakan posisinya atas kekuasaan atas anak laki-laki di daerah yang hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Baca Juga: Sikap Bungkam Vatikan atas Peradilan Kardinal Yoseph Zen Membingungkan

Halaman:

Editor: Eleazar

Sumber: Catholic News Agency

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bacaan I, Selasa, 29 November 2022: Mingga Adven I

Senin, 28 November 2022 | 21:25 WIB

BPIP Gelar Sarasehan Guru Pendidikan Pancasila

Senin, 28 November 2022 | 20:28 WIB

Pater Kornelis Dosi SVD Mendadak Meninggal Dunia, RIP

Minggu, 27 November 2022 | 14:52 WIB
X