• Jumat, 2 Desember 2022

Seputar Piala Dunia 2022: Uskup Stefan Oster Serukan 'Pandangan Kritis' atas Umat Kristen di Qatar

- Jumat, 18 November 2022 | 08:35 WIB
Mgr Stegan Oster, uskup olahraga” dari Konferensi Waligereja Jerman . (Dioses Pasau)
Mgr Stegan Oster, uskup olahraga” dari Konferensi Waligereja Jerman . (Dioses Pasau)


JAKARTA (Katolikku.com)- Menjelang Piala Dunia 2022 di Qatar, “uskup olahraga” dari Konferensi Waligereja Jerman pada hari Kamis (17/11) menyerukan pandangan kritis terhadap kondisi di negara tuan rumah kompetisi, termasuk situasi umat Kristiani.

Kompetisi sepak bola internasional dimulai pada hari Minggu, 20 November, di Negara Bagian Qatar, sebuah emirat di pantai timur laut Semenanjung Arab.

Uskup Stefan Oster dari Passau, yang merupakan komisaris olahraga Konferensi Waligereja Jerman saat ini, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada 17 November bahwa dia tidak ingin memberikan “hati nurani yang buruk” kepada para penggemar sepak bola, bahkan jika orang-orang “bertanya bagaimana caranya. terjadilah Qatar, dari semua tempat, dipilih oleh FIFA sebagai negara tuan rumah 12 tahun yang lalu.”

Baca Juga: Bacaan I, Jumat, 18 Novembar 2022: Peringatan Fakultatif Pemberkatan Gereja Basilik St Petrus dan Paulus, Rasu

“Kenikmatan olahraga, termasuk acara-acara besar di seluruh dunia, memiliki haknya sendiri, bahkan jika itu diselimuti oleh komersialisasi sepak bola yang ekstrim khususnya. Tapi bagaimanapun juga benar untuk melihat secara kritis kondisi politik dan sosial di Qatar.”

Tampilan 9 stadion untuk Piala Dunia FIFA 2022.

Oster mencatat bahwa Qatar melamar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 untuk menggarisbawahi kepentingan dan reputasi internasionalnya.

“Jadi sudah sepantasnya sorotan publik diarahkan ke negara akhir-akhir ini dan aspek-aspek yang bermasalah juga disorot.”

Uskup Oster mengatakan negara emirat di sebuah semenanjung kecil di Jazirah Arab di Asia Bara itu telah “terlempar ke era baru dalam beberapa dekade terakhir oleh kekayaan minyak dan gasnya.

Saat ini, masyarakat Islam konservatif-tradisional dan hipermodernitas ekonomi hidup berdampingan.

Halaman:

Editor: Maximus Ali Perajaka

Sumber: Catholic News Agency

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bacaan I, Selasa, 29 November 2022: Mingga Adven I

Senin, 28 November 2022 | 21:25 WIB

BPIP Gelar Sarasehan Guru Pendidikan Pancasila

Senin, 28 November 2022 | 20:28 WIB

Pater Kornelis Dosi SVD Mendadak Meninggal Dunia, RIP

Minggu, 27 November 2022 | 14:52 WIB
X