doa-renungan

Terang atau Gelap? 15 April 2026, Rabu Pekan Kedua Paskah

Rabu, 15 April 2026 | 10:57 WIB
Yesus dan Nikdemus

“Inilah penghakimannya: terang telah datang ke dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, karena perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Sebab setiap orang yang melakukan perbuatan jahat membenci terang dan tidak datang kepada terang, supaya perbuatan-perbuatannya tidak tersingkap.

Tetapi siapa pun yang hidup dalam kebenaran datang kepada terang, supaya perbuatan-perbuatannya nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan di dalam Allah.” Yohanes 3:19-21

Kontras antara terang dan gelap adalah konsep yang indah untuk direnungkan dalam doa. Keduanya bukanlah dua kekuatan yang berlawanan.

Kegelapan hanyalah ketiadaan cahaya. Dalam spektrum visual, kegelapan tidak ada. Itu adalah ketiadaan—tidak ada cahaya, tidak ada warna—sehingga mata kita tidak dapat melihat.

Baca Juga: Tuhan, Perhatikanlah HambaMu

Demikian pula, dalam ranah spiritual, ketiadaan Tuhan membuat kita buta secara spiritual. Kegelapan tidak menghilangkan kemampuan kita untuk melihat; sebaliknya, penglihatan kita menjadi tidak berguna tanpa cahaya yang mengungkapkan kebenaran dan menuntun jalan kita.

Dalam kegelapan spiritual ini, kita tersandung, tidak mampu membedakan yang baik dari yang jahat atau menemukan jalan menuju kekudusan. Namun, ketika kita mengundang cahaya ilahi Kristus ke dalam jiwa kita, kegelapan itu lenyap dan kita mulai melihat dengan jelas, berjalan dengan percaya diri dalam kasih karunia dan kebenaran Tuhan.

Jika Anda pernah berada dalam kegelapan total, mungkin di rumah pada malam yang mendung saat listrik padam, Anda tahu bahwa bahkan satu lilin kecil pun cukup untuk menemukan jalan. Begitu pula dengan Terang Kristus. Bahkan kehadiran kasih karunia yang paling samar sekalipun dalam jiwa kita memungkinkan kita untuk mulai menemukan jalan kembali kepada Tuhan.

Injil hari ini dimulai dengan bagian yang sudah dikenal dari Yohanes 3:16 : “Karena Allah begitu mengasihi dunia, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mempunyai hidup kekal.”

Ayat ini muncul menjelang akhir percakapan Yesus dengan Nikodemus, orang Farisi yang datang kepada Yesus di malam hari untuk berbicara dengan-Nya.

Nikodemus sedang mencari. Mungkin setelah mendengar beberapa ajaran Yesus dan menyaksikan mukjizat-Nya, Nikodemus menemukan nyala api iman yang kecil dan redup di dalam jiwanya. Nyala api itu memungkinkannya untuk menemukan jalan kepada Yesus malam itu untuk mencari terang yang lebih besar.

Di awal percakapan mereka, Yesus dengan lembut namun tegas menantang Nikodemus untuk melampaui apa yang dapat dipahami oleh akal manusia semata dan untuk berjalan dengan terang iman. Saat Nikodemus mendengarkan dan berbicara, tampaknya pikiran dan hatinya terbuka, yang memungkinkan Yesus untuk mengajarkan kepadanya dan kepada kita kebenaran indah yang terdapat dalam Injil hari ini.

Mungkin sebagai cara untuk melunakkan tantangan awal-Nya, yang dimaksudkan untuk membantu Nikodemus lebih membuka diri terhadap karunia iman, Yesus melanjutkan, “Sebab Allah tidak mengutus Anak-Nya ke dunia untuk menghukum dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia melalui Dia” ( Yohanes 3:17 ).

Halaman:

Tags

Terkini

Renungan 108: Suara Gereja

Sabtu, 18 April 2026 | 14:04 WIB

Menjelajahi Kegelapan Ketakutan

Sabtu, 18 April 2026 | 13:49 WIB

Bacaan Liturgis, Sabtu Pekan kedua Paskah

Jumat, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Ratu Surga, Bersukacitalah, Alleluya

Jumat, 17 April 2026 | 14:54 WIB

Putera Allah yang Hidup, Berkatilah UmatMu

Jumat, 17 April 2026 | 14:51 WIB

Rahmat Ilahi Tak Pernah Gagal

Jumat, 17 April 2026 | 11:18 WIB

Tuhan, Perhatikanlah HambaMu.

Kamis, 16 April 2026 | 13:30 WIB

Renungan 106: Tidur dalam Kristus

Kamis, 16 April 2026 | 10:08 WIB

Keyakinan yang Mengubah

Kamis, 16 April 2026 | 10:01 WIB

Tinggallah Beserta kami, ya Tuhan.

Kamis, 16 April 2026 | 06:21 WIB

Bacaan Liturgis pada Kamis Pekan ke-2 Paskah

Rabu, 15 April 2026 | 22:25 WIB