SETIAP malam, saat Anda hendak tidur, Anda diundang untuk tidur dalam rahmat dan belas kasihan Tuhan kita. Anda diundang untuk beristirahat dalam pelukan-Nya agar diremajakan dan disegarkan.
Tidur adalah gambaran dari doa dan, sebenarnya, dapat menjadi bentuk doa. Beristirahat berarti beristirahat di dalam Tuhan. Setiap detak jantung Anda harus menjadi doa kepada Tuhan dan setiap detak Hati-Nya harus menjadi irama istirahat Anda (Lihat Buku Harian #486).
Apakah Anda tidur dalam hadirat Tuhan? Renungkanlah. Saat Anda hendak tidur, apakah Anda berdoa? Apakah Anda meminta Tuhan untuk mengelilingi Anda dengan rahmat-Nya dan memeluk Anda dengan lengan-Nya yang lembut?
Baca Juga: Keyakinan yang Mengubah
Tuhan telah berbicara kepada para santo di masa lalu melalui mimpi mereka. Dia telah menempatkan orang-orang kudus, baik pria maupun wanita, dalam istirahat yang mendalam untuk memulihkan dan menguatkan mereka.
Cobalah untuk mengundang Tuhan ke dalam pikiran dan hati Anda saat Anda membaringkan kepala untuk tidur malam ini. Dan saat Anda bangun, biarkan Dia menjadi yang pertama Anda sapa. Biarkan setiap istirahat malam menjadi istirahat dalam Rahmat Ilahi-Nya.
Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu atas ritme setiap hari. Aku bersyukur kepada-Mu atas cara-Mu menyertaiku sepanjang hari dan aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau menyertaiku saat aku beristirahat.
Malam ini, aku mempersembahkan istirahat dan mimpiku kepada-Mu. Aku mengundang-Mu untuk mendekapku erat, agar Hati-Mu yang penuh belas kasih menjadi suara lembut yang menenangkan jiwaku yang lelah. Yesus, aku percaya kepada-Mu.***