• Sabtu, 18 April 2026

'Ternyata Mesti Ada Batas Ketenaran Itu...'

- Jumat, 17 April 2026 | 09:39 WIB
Kons Beo SVD
Kons Beo SVD

Oleh: Kons Beo, SVD

Jumat, 17 April 2026
(Pekan II Paskah, St Kateri Tekakwitha, St Stefanus Harding)

Bacaan I Kisah Para Rasul 5: 34 - 42
Mazmur Tanggapan: Mzm 27: 1.4.13-14
Ref: "Satu hal telah kuminta pada Tuhan, diam di rumah Tuhan seumur hidupku"

Injil Yohanes 6: 1 - 15
"...Ia menyingkir lagi ke gunung seorang diri"
Yohanes 6: 15
(...fugit iterum in montem ipse solus)

"Ternyata Mesti Ada Batas Ketenaran Itu..."

Kawan Ku....
Sebenarnya kita tengah hadapi satu godaan berat. Itulah risiko dari ketenaran, popularitas, atau keterkenalan. Massa pada mencari. Publik pada heboh. Khalayak ingin melihat, ingin mendengarkan, ingin mengalami dari jarak dekat.'

Tetapi, Kawan Ku terkasih..
Adakah yang salah di balik semuanya? Kurasa tidak! Yang kulihat padamu itu sewajarnya. Dikau miliki bakat tertentu dan istimewa. Berwawasan tak sempit. Kata-katamu meneguhkan. Sikap dan perilakumu terpuji. Banyak hal yang mesti aku pelajari darimu...

Bagaimana pun, Kawan Ku.....
Ada hal utama yang dapat kita simak dari Yesus. Segala hebat dan tenar yang IA memiliki bukanlah hal mengikat sesama pada DiriNya. Inti dari semua yang diperbuatNya adalah sesama merasa disapa dan dibebaskan.

Baca Juga: Sembari Gelar Hari Keakraban, APTI Lepas 10 Mahasiswa Magang ke Taiwan

Kawan Ku...
Ketika Yesus menyingkir ke gunung seorang Diri, Ia sebenarnya tak ingin terjebak dalam glorifikasi Diri dari orang banyak. Yang terutama bagiNya adalah kehendak Bapa. Itulah yang mesti dijalankan dan diutamakan. Yesus ke gunung seorang diri demi sebuah keheningan bersama BapaNYA.

Kawan Ku terkasih....
Memang, ada saatnya kita tampil dan memang harus tampil. Ada ketikanya saat kita mesti bersuara, bersikap dan bertindak. Dan memang sepantasnya demikian. Namun, tidakkah sepantasnya terkreasilah pula momentum: 'kapankah kita mesti menyingkir untuk mencari dan menemukan kehendak Tuhan yang mesti terjadi dalam diri dan di sepanjang kisah-kisah keseharian kita?

Kawan Ku terkasih...
Mari kita sujud mohon ampun pada Tuhan. Mohon maaf atas segala kelancangan kita 'bikin tenar, bikin populer, bikin terkenal diri sendiri, demi mau-mau dan demi kepentingan diri sendiri. "Ah, Tuhan, ampunilah!
Kiranya kami segera temukan momentum untuk menyingkir seorang diri. Rindu ingin jumpa denganMU."

Verbo Dei Amorem Spiranti

Tuhan memberkati
Amin - Alleluya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

'Ternyata Mesti Ada Batas Ketenaran Itu...'

Jumat, 17 April 2026 | 09:39 WIB

Sebuah Kata Penutup tentang Budaya Katolik

Rabu, 15 April 2026 | 21:42 WIB

'Malam Penuh Cahaya Iman'

Senin, 13 April 2026 | 06:02 WIB

Menghadirkan Wajah Allah Berbelas Kasih

Sabtu, 11 April 2026 | 19:37 WIB

Pengakuan Seorang 'Sumber Rahasia' dari Vatikan

Sabtu, 11 April 2026 | 08:00 WIB

'...tidak percaya' (Non crediderunt)

Sabtu, 11 April 2026 | 07:24 WIB

'Pakaian Kemuridan Tetaplah Kita Kenakan'

Kamis, 9 April 2026 | 18:13 WIB

'Menjadi Murid yang Diinjili

Kamis, 9 April 2026 | 18:01 WIB

Kiranya Mata Iman Kita Senantiasa Terjaga

Rabu, 8 April 2026 | 08:31 WIB

Sari Firman: Memotivasi Diri: Pertobatan Sejati

Selasa, 7 April 2026 | 11:47 WIB

Pesan Inspiratif: Maria Magdalena Menangis

Selasa, 7 April 2026 | 06:15 WIB

'Tuhanku Tak Terkalahkan...'

Selasa, 7 April 2026 | 06:10 WIB

Reuni Galilea

Senin, 6 April 2026 | 08:04 WIB
X