Sujudlah di hadapan Tuhan. Bersujudlah di hadapan-Nya. Jika Anda bisa, lakukanlah secara harfiah.
Jika itu akan mengganggu orang lain, maka lakukanlah secara batin.
Sujudlah di hadapan Tuhan dan mohon agar Dia menunjukkan Kerahiman Ilahi-Nya dan Kehendak-Nya yang paling suci.
Ada banyak waktu dalam hidup ketika satu atau dua doa sederhana tidaklah cukup. Yang kita butuhkan adalah menyerahkan diri kita sepenuhnya di hadapan Tuhan.
Tentu saja, inilah yang harus kita lakukan setiap hari sepanjang hari. Namun, untuk membawa sikap batin ini, yaitu penyerahan diri total kepada Tuhan, kita membutuhkan saat-saat konkret ketika kita menjadikan ini sebagai tindakan penyerahan diri yang mutlak dan lengkap (Lihat Buku Harian #9).
Baca Juga: SARI FIRMAN-MEMOTIVASI DIRI: Kamis, 02 Januari 2024
Renungkanlah, hari ini, seberapa dalam Anda berdoa. Apakah Anda hanya memanjatkan doa sesekali?
Atau apakah Anda meluangkan waktu setiap minggu untuk melakukan tindakan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan?
Apakah Anda dengan sengaja menyerahkan hidup Anda di hadapan Tuhan kita yang Maha Esa dengan penuh cinta dan kepercayaan? Jika Anda tidak yakin, pastikan Anda melakukannya hari ini.
Tuhan, aku menyerahkan diriku ke dalam tangan-Mu dan percaya pada kebaikan dan belas kasih-Mu yang sempurna. Aku bersujud di hadapan Keagungan Ilahi-Mu dan berserah diri pada kasih sayang-Mu. Yesus, aku sepenuhnya milik-Mu. Yesus, aku percaya kepada-Mu.
Artikel Terkait
Refleksi 7: Menetapkan Hari Raya Kerahiman Ilahi
Refleksi 8: Merenungkan Rosario Kerahiman Ilahi
Refleksi 9: Meditasi tentang Sengsara-Nya pada Jam 3 Sore
Refleksi 10: Gerakan Apostolik Kerahiman Ilahi
Refleksi 11: Adorasi kepada Tritunggal Mahakudus
Refleksi 12: Menyembah Tritunggal Mahakudus dalam Jiwa Anda
Refleksi 13: Sebuah Undangan dalam Keheningan
Refleksi 14: Kepuasan Sejati Hanya Melalui Belas Kasih
Refleksi 15: Tuhan Tak Henti-Hentinya Memberikan Kasih-Nya