• Sabtu, 18 April 2026

John Prior, SVD dan Baju Colar itu…

Abraham Runga Mali, Katolikku
- Sabtu, 2 Juli 2022 | 22:45 WIB
P Kons Beo SVD
P Kons Beo SVD

Oleh P. Kons Beo, SVD

Teringat satu kisah singkat. Sederhana. Di sekitar akhir tahun 90-an. Saat itu John Prior ada di Roma. Hadiri sidang di Vatikan. Seputar Misi dan Budaya. Maklum, John adalah salah seorang penasihat Paus tentang kebudayaan. Mungkin hanya sedikit orang yang tahu tentang tugas mulianya ini.

John pasti tidak peduli apa banyak orang tahu atau tidak. Sebab ia memang tak suka gembar-gembor sana-sini. Sekadar bikin tenar. Bahwa ada tugas dan jabatan yang terkonek dengan Vatikan!

Oh iya, mari kita lanjut. Di suatu pagi, saat hendak ke tempat meeting di Vatikan, ketika keluar dari kamar, John terkejut. Kami berpapasan di lorong Collegio, Jenderalat SVD. Raut wajahnya agak terkejut. “Hae, ini Beo to? Kau buat apa di sini?”

Baca Juga: Seorang Pekerja SOS Christians Ceritakan Pengalaman Diculik Selama 66 hari Oleh Jihadis di Suriah

 

John tetap usil untuk tanya yang model begini. “Pasti kau belum lulus, her banyak di Ledalero,” lanjut John. John tetap lanjut dengan banyak tanya. Suaranya khas. Terdengar kuasai koridor collegio.

Saya juga sempat terkejut! Tapi sedikit senyum. Nyaris pica ketawa juga. John telak menebak gesture saya. “He, Beo! Aku mbeò (tahu: bahasa Lio) kenapa kau senyum.”

Ini yang akhirnya bikin saya tak bisa tahan ketawa kuat-kuat.

Baca Juga: Aksi Protes Para Imam Katolik di Nigeria: Kami Pastor, Bukan Teroris

Ini gara-gara saya lihat John pagi itu “pake baju kolar. Dengan jas. Sepatu itam mengkilat.” Gagah dan rapih. Juga sambil tenteng tas kulit yang tampaknya baru. Saya juga punya feeling. John sengaja tanya saya sana sini. Hanya untuk membunuh konsen saya pada kerapihannya.

Mujur-mujur saya bisa lihat seorang John Prior tampil seglamour bernuansa klerikal. Puluhan tahun lalu, di Ledalero, sebagai muridnya, teramat jarang bahkan tidak pernah terlihat John dengan ciri pakaian klerikal seperti itu.

Saya hanya bilang, “Wah, Bapak Uskup Anglikan mau bertemu Pauskah?” John hanya senyum kecut. Dan ia hanya bilang “Beo, kau kurag ajar, betul.” John terlihat bersikap kaku dengan ‘pakaian berciri klerus itu.’ Saya dengan bakat koment tetap serang-serang ringan, “Tuan pasti takut dicegat pengawal Swiss untuk masuk Vatikan. Makanya, tampil gagah.

Baca Juga: Renungan Sabtu, 02 Juli 2022 (Pekan Biasa XIII, St Bernadinus Realino)

”Saya pun masih lanjut, “Pemandangan langkah ini mesti diberitakan di BPE.” BPE itu “Berita Provinsi Ende.” Isinya  seputar informasi keadaan Provinsi SVD Ende.

Dengar celotehan itu, John cuma tertawa saja. Tetapi, salah tingkah, itu tadi, tetap tak ia kuasai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abraham Runga Mali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

'Ternyata Mesti Ada Batas Ketenaran Itu...'

Jumat, 17 April 2026 | 09:39 WIB

Sebuah Kata Penutup tentang Budaya Katolik

Rabu, 15 April 2026 | 21:42 WIB

'Malam Penuh Cahaya Iman'

Senin, 13 April 2026 | 06:02 WIB

Menghadirkan Wajah Allah Berbelas Kasih

Sabtu, 11 April 2026 | 19:37 WIB

Pengakuan Seorang 'Sumber Rahasia' dari Vatikan

Sabtu, 11 April 2026 | 08:00 WIB

'...tidak percaya' (Non crediderunt)

Sabtu, 11 April 2026 | 07:24 WIB

'Pakaian Kemuridan Tetaplah Kita Kenakan'

Kamis, 9 April 2026 | 18:13 WIB

'Menjadi Murid yang Diinjili

Kamis, 9 April 2026 | 18:01 WIB

Kiranya Mata Iman Kita Senantiasa Terjaga

Rabu, 8 April 2026 | 08:31 WIB

Sari Firman: Memotivasi Diri: Pertobatan Sejati

Selasa, 7 April 2026 | 11:47 WIB

Pesan Inspiratif: Maria Magdalena Menangis

Selasa, 7 April 2026 | 06:15 WIB

'Tuhanku Tak Terkalahkan...'

Selasa, 7 April 2026 | 06:10 WIB

Reuni Galilea

Senin, 6 April 2026 | 08:04 WIB
X