BAMENDA-KAMERUN (Katolikku.com) – Pada hari keempat perjalanan apostoliknya di Afrika, Paus Leo XIV mengunjungi wilayah barat laut Kamerun yang dilanda konflik berkepanjangan.
Dari kota Bamenda, Bapa Suci menegaskan bahwa perubahan harus dimulai “hari ini, bukan besok.”
Wilayah ini menjadi pusat krisis yang dikenal sebagai “Anglophone Crisis,” konflik sejak 2016 antara kelompok separatis berbahasa Inggris dan pemerintah.
Kekerasan telah menimbulkan korban jiwa dan kehancuran luas, serta memperdalam luka sosial di tengah masyarakat.
Setibanya di Bamenda, Paus Leo XIV menghadiri pertemuan perdamaian bersama para pemimpin agama, tokoh masyarakat, dan pemimpin adat.
Ribuan umat memadati St Joseph Cathedral Bamenda, menyambut kehadiran Paus dengan nyanyian dan tarian penuh harapan.
Baca Juga: 'Ternyata Mesti Ada Batas Ketenaran Itu...'
Dalam pesannya, Paus mengkritik keras logika perang. Ia menegaskan bahwa kehancuran dapat terjadi dalam sekejap, namun pemulihan membutuhkan waktu yang sangat panjang.
Ia juga menyoroti ironi dunia yang menghabiskan miliaran dana untuk perang, tetapi kekurangan sumber daya untuk pendidikan, penyembuhan, dan rekonsiliasi. Bahkan, ia memperingatkan bahwa dunia saat ini “dirusak oleh segelintir tiran.”
Pada Misa Kudus di Bandara Bamenda, Paus mengakui bahwa situasi yang berkepanjangan dapat menimbulkan rasa putus asa.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa Sabda Tuhan selalu membuka kemungkinan baru, bahkan di tengah krisis yang tampaknya buntu.
Harapan akan perdamaian semakin terasa ketika, untuk pertama kalinya, kelompok separatis mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan atas kunjungan Paus. Uskup Michael Bibi menilai ini sebagai momentum penting untuk memulai dialog.