YAOUNDÉ, KAMERUN (Katolikku.com) – Pada hari kelima perjalanan apostoliknya di Afrika, Paus Leo XIV menegaskan bahwa persoalan kelaparan global adalah tanggung jawab bersama yang menuntut keterlibatan semua pihak.
Pesan kuat itu disampaikannya saat memimpin Misa Kudus yang dihadiri sekitar 120.000 umat di Stadion Japoma, Douala, Kamerun, Jumat (17/4).
Dalam homilinya, Paus mengajak umat untuk merenungkan Injil tentang mukjizat penggandaan lima roti dan dua ikan.
Ia menekankan bahwa Yesus tidak hanya melihat kerumunan yang lapar, tetapi juga mengajukan pertanyaan mendasar kepada para murid: “Apa yang akan kamu lakukan?” Pertanyaan yang sama, kata Paus, kini ditujukan kepada setiap orang di dunia.
Baca Juga: RIP Pater Marsel Agot, SVD: Imam Visioner dan Pembela Kaum Pinggiran Berpulang
Mengutip realitas di Kamerun, di mana hampir 40 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan dan jutaan orang mengalami kelaparan, Paus Leo menegaskan pentingnya solidaritas. “Ada roti untuk semua, jika dibagikan kepada semua,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tidak seorang pun akan kelaparan jika manusia mau memberi dengan tangan terbuka, bukan dengan sikap merampas.
Usai perayaan Ekaristi, Paus mengunjungi sebuah rumah sakit Katolik sebelum kembali ke Yaoundé untuk bertemu mahasiswa di Universitas Katolik Afrika Tengah. Di hadapan kaum muda, Paus menyoroti pentingnya pendidikan tinggi sebagai ruang pembentukan nurani yang bebas di tengah arus individualisme dan kepalsuan zaman.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk memiliki “kegelisahan suci” – dorongan batin untuk terus mencari kebenaran dan keadilan. Dalam refleksinya, Paus kembali menyinggung peran kecerdasan buatan (AI) yang semakin memengaruhi cara berpikir manusia, sehingga studi humaniora menjadi semakin penting untuk memahami dinamika kekuasaan dan bias dalam teknologi.
Menutup harinya, Paus bertemu para pemimpin tarekat religius di Kamerun, mendorong mereka untuk berani menghadapi persoalan dunia dengan kasih dan harapan bagi mereka yang paling membutuhkan.***
Artikel Terkait
Rahmat Ilahi Tak Pernah Gagal
Renungan 107: Mengungkapkan Jiwa Anda dalam Pengakuan Dosa
Ya, Yesus, Anak domba Allah, Engkau Telah Menebus Kami dengan DarahMu, Alleluya
Semoga Kasih SetiaMu Menghibur Aku Sesuai dengan JanjiMu, alleluya.
Putera Allah yang Hidup, Berkatilah UmatMu
Ratu Surga, Bersukacitalah, Alleluya
'Jangan Takut Itu Tidaklah Berarti Asal Berani. Apalagi Berani Yang Tak Terkendali dan Tak Terarah!'
Bacaan Liturgis, Sabtu Pekan kedua Paskah
Paus Leo XIV di Douala: Kaum Muda Afrika Diminta Tolak Kekerasan dan Korupsi