DOUALA, KAMERUN (Katolikku.com) – Paus Leo XIV menyerukan kepada kaum muda Afrika untuk menolak segala bentuk kekerasan, korupsi, dan penyalahgunaan, saat memimpin Misa Kudus di Japoma Stadium pada hari ketiga kunjungannya di Cameroon, Jumat (18/4).
Perayaan Ekaristi yang dihadiri sekitar 600.000 umat itu berlangsung meriah dan penuh iman.
Dalam homilinya, Paus merefleksikan mukjizat penggandaan roti dan ikan oleh Yesus, sebagai tanda bahwa keajaiban terjadi melalui sikap berbagi.
“Masalah besar dapat diselesaikan ketika apa yang sedikit diberkati dan dibagikan kepada semua,” ujar Paus. Ia menegaskan bahwa kelaparan dunia bukan hanya soal kekurangan pangan, tetapi juga akibat ketidakadilan, penimbunan, dan pemborosan.
Baca Juga: Bacaan Liturgis, Sabtu Pekan kedua Paskah
Menurutnya, manusia tidak hanya membutuhkan roti jasmani, tetapi juga “roti kehidupan” berupa damai, kebebasan, dan keadilan. Setiap tindakan solidaritas dan pengampunan, lanjutnya, menjadi “sepotong roti” bagi sesama yang membutuhkan.
Paus Leo XIV juga menekankan pentingnya Ekaristi sebagai sumber kekuatan rohani. Ia mengajak umat Katolik untuk menerima Ekaristi sebagai tanda kasih Allah yang menggerakkan Gereja untuk berbagi.
Secara khusus, Paus menyapa kaum muda Afrika agar mengembangkan talenta melalui iman, ketekunan, dan persahabatan. Ia mengingatkan bahwa kekayaan sejati tidak terletak pada sumber daya alam, tetapi pada nilai-nilai luhur seperti iman, keluarga, keramahan, dan kerja keras.
“Jangan menyerah pada kekerasan dan korupsi yang menjanjikan keuntungan instan, tetapi merusak hati dan martabat manusia,” tegasnya.
Menutup homilinya, Paus mengajak umat untuk mewartakan Kristus yang bangkit dengan menghadirkan tanda-tanda keadilan, perdamaian, dan iman di tengah dunia yang terluka.***