• Sabtu, 18 April 2026

KMK Fisip Undana Kupang Gandeng Bimas Katolik Gelar Workshop untuk Tingkatkan Toleransi

Abraham Runga Mali, Katolikku
- Sabtu, 18 September 2021 | 22:42 WIB
Workshop KMK Fisip Undana Kupang tentan nilai moderasi agama katolik
Workshop KMK Fisip Undana Kupang tentan nilai moderasi agama katolik

KUPANG (Katolikku.com) -  Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) St. Agustinus Fisip Undana Kupang gandeng  Bimas Katolik Kementerian Agama RI menggelar workshop dalam rangka internalisasi nilai moderasi agama katolik di kalangan mahasiswa.

Workshop yang berlangsung selama dua hari, yakni 16-17 September 2021 diadakan  di Aula Paroki Asumpta Kupang tersebut dihadiri 30 mahasiswa.

Pastor Pembina Keuskupan Agung Kupang Romo Hiro Nitsae membuka workshop yang dihadiri 20 orang dari KMK Fisip, 5 orang dari Poltek sisanya 5 orang dari KMK IP Undana.

Ketua Umum KMK St. Agustinus Fisip Undana Eliasandro Martins Najong,  Kamis (16/09/2021), mengatakan  bahwa  acara digelar  mulai jam 9 hingga jam 3 sore dan dibawakan oleh tiga pemateri.

Baca Juga: Inilah Destinasi Wisata Paling Top bagi Umat Katolik, Bagian 1

Menurut Eliasandro Martins Najong, workshop sangat penting bagi mahasiswa katolik dalam membangun konsepsi mahasiswa bisa hidup secara toleransi, aman dan damai baik di kampus maupun di masyarakat.

"Situasi sekarang ini dihadapkan dengan berbagai tantangan keagamaan. Apalagi ada ancaman dari aliran-aliran tertentu untuk mengubah ideologi bangsa Indonesia yakni Pancasila. Maka melakukan kegiatan ini ke depan kita bisa hidup secara damai dan harmoni,” ujarnya.

Di pihak lain, penanggung jawab umum sekaligus Dosen Pembina KMK Fisip Undana Herman Utang menegaskan  ada banyak target yang ingin digapai dalam kegiatan workshop tersebut.

Dia mengatakan persoalannya ada banyak dikotomi, ada banyak warisan-warisan yang mengalami pergeseran karena arus globalisasi. Seperti mengalami masalah stagnan.

Baca Juga: Yesuit Berat Melepaskan Tanah Misi Pulau Flores Kepada SVD, Mengapa?

Sebab itu, pihaknya mendorong mahasiswa untuk belajar internalisasi nilai bukan hanya di kampus. Ini bertujuan agar para mahasiswa militan dengan perkembangan-perkembangan baru.

Tujuan yang dekat, katanya, adalah menangkis radikalisme. "Paling tidak mereka lebih kritis untuk menerima. Kita anggap sebagai alat bantu untuk menanamkan nilai-nilai kasih,” imbuhnya.***

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abraham Runga Mali

Tags

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB
X