DUBLIN (Katolikku.com) - Salah satu keberhasilan besar gereja Irlandia dalam beberapa tahun terakhir adalah munculnya Rosario Pria Irlandia.
Sebuah ide yang diadopsi dari kampanye yang sama suksesnya di Polandia, telah melihat ribuan pria Irlandia turun ke jalan (seringkali di tengah hujan lebat) untuk berdoa dan memberikan kesaksian publik.
Sementara itu, gerekan berdoa Rosario di tempat umum oleh kaum wanita pun mulai bertumbuh.
Baca Juga: Gadis Cilik Irlandia yang Mengubah Dunia Kita
Sangat disayangkan bahwa Laporan Sintesis Sinode untuk Irlandia gagal untuk mengakui gerakan asli yang dipimpin oleh kaum awam ini.
Dan sebaliknya laporan itu terus berusaha untuk mempromosikan kaum awam yang hanya ingin didelegasikan wilayah kekuasaan dan kehormatan yang nyaman, tanpa alasan yang tepat untuk kontribusinya kepada umat Tuhan.
Hari Sabtu, 03 September 2022, doa Rosario diadakan di Irlandia Utara dan Selatan.
Di Cork City misalnya, kerumunan orang yang berdoa Rosario tetap menerobos angin dan hujan.
Sementara itu di Portadown, kerumunan besar berkumpul untuk melakukan hal yang sama.
Rosario memiliki hubungan historis yang mendalam dengan orang-orang Irlandia, semakin banyak dipromosikan, semakin besar peluang pembaruan gereja. ***
Artikel Terkait
Rosario, Harapan Baru Gereja Katolik Austria
Pria Katolik Irlandia Reli Doa Rosario di Tralee Co. Kerry pada Hari Tahun Baru
Umat Katolik Sidney Diajak Berdoa Rosario sebagai Reparasi atas Polisi yang ‘Serbu’ Misa di Perth Kemarin
Reli Doa Rosario Kian Merambah ke Berbagai Belahan Dunia
Umat Katolik Arizona Protes Konferensi Setan dengan lakukan Reli Doa Rosario
Forum Aksi Katolik Internasional Akan Gelar Doa Khusus 'Rosario Damai' pada 27 Februari 2022
500 Reli Rosario di Seluruh Irlandia Sambut Peringatan ke-105 Penampakan Bunda Maria di Fatima
Mengapa Pria Katolik di Berbagai Belahan Dunia Berdoa Rosario di Tempat Umum?
Tutup Bulan Maria, Paus Akan Berdoa Rosario di Depan Patung Maria Regina Pacis di Basilika Maria Roma
Heboh! 'The Atlantic' Tuduh Rosario sebagai Simbol Ekstremis Kanan-Jauh