• Sabtu, 18 April 2026

Jejak Toleransi di Serambi Mekah: Gereja Katolik Hati Kudus Banda Aceh

Eleazar, Katolikku
- Jumat, 26 Januari 2024 | 08:37 WIB

MEDAN (Katolikku.com) - Provinsi Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekah dan belakangan akrab dengan sebutan Bumi Syariat, ternyata menyimpan kisah toleransi antarumat beragama yang telah terjalin selama berabad-abad.

Salah satu contoh nyata toleransi kehidupan beragama ini dapat ditemui pada bangunan bersejarah Gereja Katolik Hati Kudus yang megah, berdiri kokoh di tengah kota Banda Aceh, Ibukota Provinsi Aceh.

Gereja ini berlokasi tidak jauh dari Masjid Agung Banda Aceh, yang merupakan ikon kota tersebut. Gereja Katolik Hati Kudus, yang berada di bawah keuskupan Agung Medan, berdiri pada tahun 1946 dan merayakan usianya yang ke-75 tahun tahun ini. Namun, jauh sebelum tahun tersebut, umat Katolik sudah ada dan hidup di Provinsi paling Barat di Indonesia itu.

Baca Juga: Renungan, Jumat, 26 Januari 2024: Menjadi Utusan Kasih-Nya, Pesta Santo Timoteus dan Titus

Jejak keberadaan umat Katolik di Aceh tercatat dalam kisah dua biarawan yang gugur pada tahun 1638. Keduanya berasal dari Ordo OCD (Ordo Karmel tak berkasut), yaitu Pastor Dionisius A. Nativite, OCD, dan Bruder Redemptus A. Kruse, OCD.

Kedua biarawan ini menjadi korban tindakan Tentara Aceh ketika Sultan Iskandar Tani memimpin Kerajaan Aceh menggantikan Sultan Iskandar Muda. Mereka tewas karena menolak menyangkal iman mereka sebagai pengikut Kristus.

Meskipun tidak ada data pasti mengenai jumlah umat Katolik di Gereja tersebut, namun ibadah terus diadakan sebagai penghormatan terhadap kedua biarawan ini, yang diakui sebagai Martir Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Eleazar

Tags

Terkini

Dari Masjid ke Pelayanan Musik Gereja Katolik

Jumat, 20 Maret 2026 | 10:37 WIB

Enam Atlet Katolik yang Menginspirasi Dunia Olimpiade

Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:25 WIB

Paus Vigilius, Paus ke-59

Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:14 WIB

Paus Santo Agapetus I – Paus ke-57

Jumat, 30 Januari 2026 | 13:04 WIB
X