JAKARTA (Katolikku.com) - Keluarga Gregorius adalah keluarga yang saleh dan diberkati oleh Tuhan. Ibunya beserta kedua adiknya: Gorgonia dan Caesarius juga diakui Gereja sebagai orang Kudus.
Gregorius menjalani pendidikannya di Nazianze; kemudian berturut-turut ia belajar di Kaesarea-Kapadokia, Kaesarea-Palestina, Aleksandria dan Athena.
Di Athena ia bertemu dengan Basilius, teman kelasnya. Keduanya bersahabat, bersama Basilius, Gregorius mengasingkan diri di sebuah pertapaan di Pontus.
Tetapi kemudian karena desakan dari ayahnya, Gregorius kembali ke daerah asalnya. Disana ia ditabiskan iman dan kemudian ditabiskan menjadi Uskup.
Baca Juga: Bacaan Liturgis pada Misa Harian Kamis, 02 Januari 2025
Ketika berumur 50tahun, ia diangkat menjadi Uskup Agung Konstantinopel.
Di Konstantinopel ia menyaksikan keadaan hidup iman umat yang menyedihkan karena terpengaruh ajaran sesat Arianisme yang sudah menyebar luas. Tempat ibadat pun tidak ada.
Gregorius memulai karyanya sebagai Uskup dengan membangun sebuah Gereja darurat. Gereja ini disebutnya "anastasis" yang berarti kebangkitan.
Kaum Arian yang menentangnya dihadapinya dengan tenang dan sabar. Kepada umat ia selalu berkata: "Kita harus menghadapi mereka (Kaum Arian) dengan budi bahasa yang manis dan kesabaran yang tinggi agar bisa mengalahkan mereka."
Ia banyak menulis dan mengajar di kota - kota yang menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan, untuk membela ajaran iman yang benar.
Pertentangan dengan kaum Arian terus meruncing, terlebih-lebih karena semakin banyak umat yang kembali keajaran iman yang benar karena pengaruh Gregorius.
Kaum Arian berusaha membunuhnya dengan menyuruh seorang pemuda. Namun usaha ini gagal.
Pemuda tangguh itu seketika berubah hatinya tatkala berdiri di hadapan Gregorius yang saleh itu. Ia berlutut dan mengakui niat jahatnya.
Baca Juga: Aku Bukan.... (Yohanes 1:19 - 28)
Artikel Terkait
Peringatan Orang Kudus Rabu, 6 November: Santo Nuno de Santa Maria Álvares Pereira
Delegasi Vatikan Melihat Relik Santo Fransiskus Xaverius di Goa, India
Santo Ignatius Loyola, Pendiri Serikat Yesuit
Santo Fransiskus Xaverius, Perintis Misi di Indonesia
Santo Yohanes dari Damaskus
Santo Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja
Santo Dominikus dari Silos, Spanyol
Kardinal Vikaris Roma Buka Pintu Suci Basilika Santo Yohanes Lateran
Berapa Usia Santo Yosef saat Yesus Lahir?
Santo Basilius Agung, Uskup, Pengaku Iman dan Pujangga Gereja