doa-renungan

Tubuh (Kita) Berharga

Rabu, 23 April 2025 | 20:39 WIB
Pater Steph Tupeng Witin

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin, SVD

Luk 24:35-48
Murid-murid larut dalam kisah dua orang rekan mereka yang ditemani Yesus dalam perjalanan ke Emaus. Dua murid itu mengenali Tuhan ketika Ia memecah-mecahkan roti (Luk 24:35).

Tuhan yang bangkit menghadirkan wajah-Nya dalam Ekaristi. Saat pintu-pintu rumah terkunci dan tertutup rapat (Yoh 20:19).

Pintu yang tertutup rapat itu simbol ketakutan agung dari para murid Yesus kepada orang Yahudi, khusus kaum elite bangsa Yahudi dan militer Romawi.

Tuhan yang bangkit itu tiba-tiba berdiri di tengah mereka. Para murid yang sedang digenangi ketakutan itu terkejut, takut dan menyangka Dia adalah hantu.

Padahal Yesus memberikan salam damai sejahtera kepada murid-murid-Nya (Luk 24:36-37). Lalu Tuhan berusaha menghalau ketakutan dan kebimbangan para murid-Nya dengan menunjukkan tangan-Nya dan kaki-Nya bekas paku pada kayu salib di Golgotha.

“Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini. Raba dan lihatlah karena hantu tidak ada daging dan tulangnya” (Luk 24:39-40).

Santo Ambrosius menulis, “Tuhan menembus masuk ruang yang tertutup bukan karena kodrat-Nya yang sudah tidak berdaging, tetapi karena Ia memiliki kualitas tubuh yang telah dibangkitkan.”

Baca Juga: Bagaimana dan Kapan Mengunjungi Jenazah Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, Vatikan

Tuhan yang sedang menunjukkan tangan-Nya dan kaki-Nya bekas paku di kayu salib itu adalah Yesus Kristus yang sama yang mereka saksikan digantung di kayu salib.

Ia bukan hantu atau roh, pneuma. Kebangkitan-Nya dari antara orang mati adalah kebangkitan seluruh pribadi, tubuh dan roh. Tuhan Yesus hadir konkret.

Bukan sebagai roh atau bayang-bayang tetapi pribadi yang nyata. Ia memperlihatkan tangan tangan-Nya dan kaki-Nya yang penuh luka-luka salib.

Ia ingin para rasul-Nya tahu: Inilah Aku, Yesus, yang dahulu bersamamu, yang telah disalibkan, kini hidup kembali.

Namun apa yang dilakukan Yesus belumlah cukup untuk menghalau, apalagi menghapus keraguan dari benak para murid-Nya.

Halaman:

Tags

Terkini

Renungan 108: Suara Gereja

Sabtu, 18 April 2026 | 14:04 WIB

Menjelajahi Kegelapan Ketakutan

Sabtu, 18 April 2026 | 13:49 WIB

Bacaan Liturgis, Sabtu Pekan kedua Paskah

Jumat, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Ratu Surga, Bersukacitalah, Alleluya

Jumat, 17 April 2026 | 14:54 WIB

Putera Allah yang Hidup, Berkatilah UmatMu

Jumat, 17 April 2026 | 14:51 WIB

Rahmat Ilahi Tak Pernah Gagal

Jumat, 17 April 2026 | 11:18 WIB

Tuhan, Perhatikanlah HambaMu.

Kamis, 16 April 2026 | 13:30 WIB

Renungan 106: Tidur dalam Kristus

Kamis, 16 April 2026 | 10:08 WIB

Keyakinan yang Mengubah

Kamis, 16 April 2026 | 10:01 WIB

Tinggallah Beserta kami, ya Tuhan.

Kamis, 16 April 2026 | 06:21 WIB

Bacaan Liturgis pada Kamis Pekan ke-2 Paskah

Rabu, 15 April 2026 | 22:25 WIB