• Sabtu, 18 April 2026

Renungan Selasa 22 Februari 2022 (Pekan Biasa VII - Takhta Santu Petrus , Margaret Cortona, Didakus Carvalho)

Abraham Runga Mali, Katolikku
- Selasa, 22 Februari 2022 | 08:57 WIB
Pater Kons Beo SVD, Roma
Pater Kons Beo SVD, Roma

 

Bacaan I 1Petrus 5:1-4
Mazmur Tanggapan Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6
Injil Matius 16:13-19

"Engkau adalah Petrus, dan di atas bukit karang ini..."
Mat 16:18
(Tu es Petrus et super hanc petram....)

ADA janji Tuhan bagi Simon Petrus. Tentu juga bagi para murid yang lain. "Jemaat akan didirikan di atas batu karang. Dan alam maut tidak akan menguasainya" (Mat 16:18).

Baca Juga: Bacaan Injil, 22 Februari 2022, Pesta Tahta St Petrus Rasul (Matius 16:13-19)

ALAM maut tentu tetap ada selama ziarah iman jemaat, Umat Allah, di bumi yang fana ini. Gereja bukanlah tanpa tekanan, ancaman, tantangan di dalam ziarahnya.

TETAPI, kita percaya akan kuasa, rahmat serta penyelenggaraan Allah yang menyertainya. Allah tak pernah tinggalkan umatNya. Sama seperti Ia tak pernah membiarkan Israel lenyap senyap dalam perjalanan menuju Tanah Terjanji.

TETAPI, tetap dan selalu ada tanggungjawab iman, harapan dan kasih bagi setiap anggota Umat Allah. Gereja dibangun di atas batu karang. Tetapi ia mesti bercahaya dalam hidup dan menggarami kehidupan ini.

Baca Juga: Bacaan I, 22 Februari 2022, Pesta Tahta St Petrus Rasul (I Petrus 5:1-4)

GEREJA yang dibangun di atas wadas ini, acap kali terlihat dan nampak meranggas bagai bertumbuh di atas pasir. Gereja yang bertumbuh di tanah subur sering pula nampak layu bagai berakar di antara semak-semak belukar dan di tanah yang tipis.

PATUT diakui, Gereja sering meredup karena kesaksian hidup yang tak mentereng. Kita nampaknya 'sedang bunuh diri' untuk berbagai sikap dan tindakan yang bertentangan dengan semangat Injil.

BAGAIMANA PUN, selalu ada harapan untuk kembali ke orientasi batu karang kehidupan. Berbagai kekurangan, ketidakpastian, penuh tanya, bahkan alam pesimisme yang menebal, sepantasnya di dalamnya selalu tersembunyi kebesaran hati dan jiwa untuk bangkit. Dan kita semua mesti kembali lanjutkan ziarah iman, Umat Allah!

INJIL, dalam semangat Petrus, tidak boleh hanya dilihat sebagai 'kisah seorang murid pengecut.' Yang bersumpah dalam penyangkalan "Sungguh! Aku tidak kenal Orang itu" (cf Mat 26:69-75).

TETAPI, dalam Petrus ditemukan kekuatan dan harapan pada TUHAN,
"Tuhan, kepada siapa kah kami akan pergi? SabdaMu adalah Sabda hidup dan kekal" (Yoh 6:68). Dan bukan kah dalam Petrus ada pula Kasih nan tulus akan Tuhan dan Guru? "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau..." (Yoh 21:17).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abraham Runga Mali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Renungan 108: Suara Gereja

Sabtu, 18 April 2026 | 14:04 WIB

Menjelajahi Kegelapan Ketakutan

Sabtu, 18 April 2026 | 13:49 WIB

Bacaan Liturgis, Sabtu Pekan kedua Paskah

Jumat, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Ratu Surga, Bersukacitalah, Alleluya

Jumat, 17 April 2026 | 14:54 WIB

Putera Allah yang Hidup, Berkatilah UmatMu

Jumat, 17 April 2026 | 14:51 WIB

Rahmat Ilahi Tak Pernah Gagal

Jumat, 17 April 2026 | 11:18 WIB

Tuhan, Perhatikanlah HambaMu.

Kamis, 16 April 2026 | 13:30 WIB

Renungan 106: Tidur dalam Kristus

Kamis, 16 April 2026 | 10:08 WIB

Keyakinan yang Mengubah

Kamis, 16 April 2026 | 10:01 WIB

Tinggallah Beserta kami, ya Tuhan.

Kamis, 16 April 2026 | 06:21 WIB

Bacaan Liturgis pada Kamis Pekan ke-2 Paskah

Rabu, 15 April 2026 | 22:25 WIB
X