Sejauh mengajar di UAJY sejak 2016, ia belum mendapati pengalaman tidak menyenangkan terkait perbedaan agama. Justru sentimen negatif muncul di luar kampus, seperti saat mengurus dokumen-dokumen di kantor pemerintahan. Banyak yang meragukan bagaimana bisa seorang muslimah berhijab mengajar di kampus Katolik.
Baca Juga: Respons Cepat Dirjen Bimas Katolik Saat Lihat Bangunan Gedung Seminari Mangkrak
“Lingkungan kampus tidak ada kecenderungan untuk mengubah keyakinan [agama],” tegas dosen yang saat ini sedang mengenyam pendidikan di Australia itu.
Dewantoro Bagus Samekto, 21, mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi 2021 juga sepakat bahwa kampus UAJY memiliki iklim toleransi yang bagus. “Tidak ada itu rasis-rasis, teman pandang agama. Tidak ada pertemanan memandang status sosial budaya karena pertemanan di Atma Jaya enggak toxic,” katanya.
Hanya dari segi fasilitas ibadah di kampus FISIP UAJY saja yang menurutnya perlu dikembangkan lebih luas agar tempat ibadah yang ada untuk umat Muslim saat ini bisa dipakai untuk lebih banyak orang.
Sumber: hariankogja.com