SUZHOU (Katoliku.com) - Orang muda Katolik (OMK) di salah satu keuskupan terkecil di Tiongkok memperingati bulan Maria di bulan Mei dengan pertemuan yang bermakna. Disemangati oleh diskusi iman dan kegiatan pembangunan komunitas, mereka terinspirasi untuk secara aktif melayani Gereja dan masyarakat.
“Kaum muda Kristus, datang dan layani Gereja!” adalah motto dari salah satu pertemuan di Paroki Changshugang di Keuskupan Suzhou, yang dirayakan untuk menghormati Bunda Maria pada bulan Mei.
Banyak orang muda Katolik dari kota pelabuhan Changshu di provinsi Jiangsu menghadiri acara tanggal 5 Mei tersebut. Bersama para pastor dan biarawati, mereka berbagi kisah pribadi tentang iman dan pengalaman hidup mereka.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk lebih dekat dengan Tuhan, menerima kasih Tuhan dan mendedikasikan diri mereka untuk pelayanan Gereja,” kata Pastor Dai Xuefeng, pastor paroki, kepada kaum muda Katolik.
Pemimpin pemuda Wang Zhihong berbicara kepada rekan-rekannya tentang peran penting kaum muda dalam masyarakat kontemporer dan misi yang menantang kaum muda Katolik saat ini.
Para pendeta yang hadir dalam pertemuan tersebut menyoroti bahwa di Tiongkok, cara paling mudah untuk memberikan kesaksian bagi Yesus adalah dengan berbagi pengalaman pribadi.
Pendekatan ini tidak hanya mengintegrasikan komunitas gereja ke dalam masyarakat yang lebih luas tetapi juga mengedepankan layanan yang bermanfaat bagi semua orang.
Komunitas Katolik Changshu hanyalah salah satu dari banyak komunitas di Tiongkok yang memulai program ini pada bulan Mei.
Program-program tersebut bertujuan untuk memperdalam keterlibatan umat Katolik yang dibaptis melalui penghormatan komunal terhadap Perawan Maria dan ziarah ke gereja-gereja dan tempat suci Maria, yang berfungsi sebagai kesaksian publik terhadap iman, lapor Fides.
Keuskupan kecil, sejarah panjang
Suzhou, salah satu keuskupan terkecil berdasarkan wilayah di Tiongkok, adalah bagian dari provinsi gerejawi Nanjing. Awalnya merupakan dekanat Keuskupan Shanghai, namun kemudian menjadi keuskupannya sendiri pada tanggal 9 Juni 1949, bertepatan dengan pengambilalihan Tiongkok oleh komunis.
Baca Juga: Kelompok Minoritas Konservatif (Mungkin) Ubah Wajah Gereja Katolik AS
Sepanjang Revolusi Kebudayaan dari tahun 1966 hingga 1976, gereja-gereja bersejarah di Suzhou mengalami kerusakan yang signifikan. Kegiatan Gereja mengalami kebangkitan setelah tahun 1980.
Uskup pertama keuskupan tersebut adalah Kardinal Ignatius Gong (Kung) Pinmei, yang berasal dari Shanghai, diangkat pada tahun 1949 tepat sebelum ia menjadi kepala keuskupan Shanghai.
Artikel Terkait
Kardinal Katolik Roma Hong Kong Berharap Suatu Hari Para Uskup dari Tiongkok Raya Bisa Berdoa Bersama
Adam Schall von Bell, Misionaris Jesuit yang Pernah Jadi Penasihat Kaisar I Dinasti Qing di Tiongkok
Populasi Katolik di Tiongkok Mendatar Akibat 'Tekanan Keras' Partai Komunis Cina
Sakramen Dilarang di Tiongkok, 20 Pasangan Katolik Menikah di Gereja Penebus Suci, Pecinan Philadelphia
Paus Menunjuk Uskup Baru di Tiongkok, Mengakhiri Kekosongan Selama 70 tahun
Profil Singkat Uskup Tiongkok yang Ditahbiskan 25 Januari 2025, Thaddeus Wang Yuesheng
Setelah 70 Tahun Vatikan Mengangkat Uskup Baru untuk Tiongkok
Paus Fransiskus Dirikan Keuskupan ‘Baru’ di Tiongkok, Menerima Perbatasan yang Ditetapkan oleh Beijing
Wow, Tahta Suci Angkat Uskup Tiongkok Ketiga dalam Waktu Kurang dari Seminggu
Kardinal Tagle Pimpin Misa Tahun Baru Imlek Bersama Komunitas Tiongkok di Roma