• Sabtu, 18 April 2026

Paus: Romo Gustavo Gutiérrez adalah ‘Tokoh Besar Gereja’

- Jumat, 25 Oktober 2024 | 19:38 WIB
Romo Gustavo Gutiérrez Merino OP
Romo Gustavo Gutiérrez Merino OP

KOTA VATIKAN (Katolikku.com) - Paus Fransiskus mengenang kehidupan dan karya Romo Gustavo Gutierrez Merino OP, mendiang pendiri teologi pembebasan, dengan mengatakan bahwa ia membawa semangat kerasulan yang besar dan teologi yang kaya.

“Hari ini, saya teringat pada Gustavo. Gustavo Gutiérrez. Seorang tokoh besar. Tokoh Gereja.”

Paus Fransiskus menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah pesan video yang ditayangkan pada pemakaman Romo Gustavo Gutiérrez Merino, OP.

Dikenal luas sebagai pendiri teologi pembebasan, yang mengutamakan kepedulian Gereja terhadap kaum miskin, jenazah Romo Gutiérrez dimakamkan dalam Misa di Lima, Peru, pada hari Kamis.

Dalam pesannya, Paus Fransiskus mengenang bahwa Romo Gutiérrez “tahu bagaimana tetap diam ketika ia perlu diam; ia tahu bagaimana menderita ketika ia harus menderita”.

Baca Juga: Ibadat Sore: Jumat, 25 Oktober 2024

Kongregasi untuk Doktrin Iman, yang saat itu dipimpin oleh Kardinal Joseph Ratzinger (kemudian menjadi Paus Benediktus XVI), melakukan penyelidikan terhadap teologi pembebasan. Penyelidikan tersebut membersihkan tulisan-tulisan Romo Gutiérrez dari segala kesalahan doktrinal.

Romo Gutiérrez, kata Paus Fransiskus dalam pesannya, “berhasil meneruskan begitu banyak buah kerasulan dan teologi yang begitu kaya. Semoga ia beristirahat dengan tenang.”

Pada tahun 2014, Paus Fransiskus menulis pengantar untuk sebuah buku berjudul “Miskin untuk Kaum Miskin: Misi Gereja,” yang ditulis oleh Romo Gutiérrez dalam dua bab.

Tahun berikutnya, pada bulan Juni 2015, Romo Gutiérrez berbicara kepada Radio Vatikan tentang teologi pembebasan.

Ia mengatakan bahwa pilihan Gereja yang mengutamakan kaum miskin bukanlah obsesi, tetapi pengakuan bahwa kemiskinan “adalah realitas dunia, karena kemiskinan menghancurkan, menghancurkan orang dan keluarga.”

“Kemiskinan,” katanya dalam wawancara tersebut, “pada akhirnya adalah kematian. Gereja memahami hal ini lebih baik daripada sebelumnya”. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Maximus Ali Perajaka

Sumber: Vatikan News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB
X