JAKARTA (Katolikku.com) - Kesuksesan pelaksanaan KVKI mendorong persiapan pelaksanaan Pesparani ke-2 yang akan dilaksanakan di Kupang. Nusa Tenggara Timur pada tahun depan.
Hal itu diungkapkan oleh Dirjen Bimas Katolik saat menutup acara kegiatan Kreasi Virtual katolik Indonesia (KVKI) pada Kamis, 28 Oktober 2021.
Dia mengatakan pemerintah melalui Kementerian Agama, dengan itu mau menunjukkan bahwa aspirasi dan kebutuhan masyarakat Katolik juga difasilitasi oleh pemerintah.
Baca Juga: Konflik Pecah di Intan Jaya , Pastor Katolik di Blok Wabu Rela 'Dihujani' Peluru KKB
Itu dibuktikan dengan terlaksananya kegiatan kreasi virtual Katolik Indonesia pada tanggal 2- 28 Oktober 2021 dan sebelumnya Pesparani Katolik Tingkat Nasional I di Kota Ambon tahun 2018.
Dirjen menjelaskan bahwa rangkaian pelaksanaan kegiatan Kreasi Virtual Katolik Indonesia pada tanggal 2-28 Oktober 2021 telah melalui musyawarah LP3KN.
Salah satu keputusannya, lanjutnya, adalah menunda pelaksanaan Pesparani Katolik Tingkat Nasional II di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dan kemudian direncanakan kembali tahun 2022.
Baca Juga: Inginkan Perdamaian, Presiden Korsel Ajak Paus Fransiskus Kunjungi Korea Utara
Masyarakat NTT sudah siap. Hal itu ditandai dengan penyerahan kain tradisional NTT lambang Pesparani II kepada Dirjen Bimas Katolik dari tokoh masyarakat NTT di Jakarta, diwakili oleh Komjen Polisi (Purn) Goris Mere yang sekaligus penasihat LP3KN.
Karena itu di amengajak umat Katolik bersama-sama berdoa, sambil terus secara ketat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, agar pandemi ini segera berakhir sehingga kegiatan Pesparani tahun depan dapat dilaksanakan di Kupang.
"Saya kira, event seperti Pesparani ini sangat perlu dilaksanakan karena menjadi sarana penting untuk membina dan meningkatkan iman umat Katolik,” harap Bayu.
Menurut dia Pesparani memberi ruang bagi setiap umat Katolik untuk menggali, mengembangkan, dan melestarikan kekayaan Seni Budaya Gerejani beserta kandungan nilai-nilai spiritualitasnya dalam perpaduan dengan kekayaan seni budaya lokal, sebagai bagian dari kekayaan iman yang perlu terus diwarisi dan dikembangkan oleh Gereja Katolik Indonesia.
Baca Juga: ZIARAH ROSARIO HARI KE-31: Peristiwa Mulia dalam Hidup Yesus
Albertus Susetyo Edi Prabowo, Ketua Panitia KVKI, menjelaskan bahwa KVKI bertujuan agar mengembangkan kapasitas kreasi digital/virtual LP3KN, mengembangkan pemahaman dan penghayatan Kitab Suci generasi muda Katolik, memelihara dan mendorong LP3K agar tetap produktif, berkreasi, dan berkarya melalui media digital, serta memuji dan memuliakan Tuhan melalui karya kreasi seni digital.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Besok, Pembukaan KVKI yang Dihadiri Presiden Jokowi, Nonton Melalui Linknya di Bawah Ini
Pembukaan KVKI Berlangsung Hari Ini Pukul 17.00, Linknya di Sini
Ketua KWI Ignatius Surharyo Harapkan KVKI Jadi Sarana Tingkatkan Semangat Nasionalisme
Menteri Agama Yaqut Cholil Bangga Terlaksananya KVKI, Ini Energi untuk Kerukunan dan Keharmonisan Bangsa
Penutupan KVKI, di Bawah Ini Daftar Para Pemenang dalam Lomba Bermazmur
Penutupan KVKI: DIY, Sumatera Selatan dan Bengkulu Sukses Menjuarai Perlombaan Tutur Kitab Suci
Dirjen Bimas katolik Secara Resmi Tutup Kegiatan KVKI dan Mengapresiasi Kesuksesan Pergeralan