RUTENG (Katolikku.com) - Romo Yohanes Servatius Lon akan dikukuhkan menjadi profesor oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Aula Asumpta Katedral Ruteng pada Sabtu (27/11/2021) pagi.
Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Santu Paulus Ruteng (Yaspar), Romo Ledobaldus Rolling Mujur saat konferensi pers di Aula GUD Unika Santu Paulus Ruteng, Jumat (26/11/2021).
Hadir dalam konferensi pers di antaranya Warek I Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Fransiska Widyawati, M.Hum, Warek II Unika Santu Paulus Ruteng, Wakil Rektor II, Dr. Marsel Ruben Payong, M.Pd, dan Warek III Unika Santu Paulus, Dr. Inosensius Sutam.
Baca Juga: Dewan Gereja Papua Menilai Pemerintah Indonesia Masih Ambil Jalan Kekerasan
Dalam acara pengukuhan itu akan hadir Kepala Lembaga LLDIKTI wilayah XV dan para stafnya, para profesor, unsur-unsur pemerintah, unsur gereja, mitra Unika Santu Paulus Ruteng, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga dari Romo Yohanes Servatius Lon, para dosen, dan mahasiswa.
Menurut Romo Rolling, total undangan yang akan datang mencapai 800 orang dan dipastikan menerapkan protokol kesehatan (prokes) selama kegiatan berlangsung.
“Saya tentunya berbangga dengan gelar tersebut dan siap untuk dikukuhkan sebagai profesor pada Sabtu 27 November 2021,” katanya.
Menurut rencana, saat pengukuhan, Romo John Boy Lon akan membawa orasi ilmiah dengan judul ‘Perjumpaan Hukum Negara, Agama, dan Adat dalam Kasus Perkawinan di Manggarai’.
Dalam orasi itu, ia akan menyoroti masalah marginalisasi hukum adat dan ketidakmampuan hukum negara mengakomodir hukum adat dan hukum agama.
Menut dia, hal itu menyebabkan pasangan suami istri dan anak-anak yang hanya menikah menurut hukum adat Manggarai mengalami kesulitan sebagai warga gereja dan warga negara.
Dia pun merekomendasikan ketiga hukum tersebut perlu diperjumpakan secara harmonis, dialektis, dan mutualis dengan memperhatikan prinsip kepastian hukum, penegakan keadilan, dan hak asasi manusia serta asas kemanfaatan bagi manusia Manggarai.
“Ketiganya perlu saling mengadopsi dan mendukung satu sama lain demi tegaknya hak para pasangan suami istri dan anak-anak di Manggarai,” tutupnya. ***
Artikel Terkait
Dies Natalis ke-63 FH Universitas katolik Parahyangan, Diawali dengan Misa Syukur
Universitas Katolik Soegijapranata Mewisuda 493 Lulusan Akhir Pekan Lalu
Tawarkan Kuliah Gratis, Universitas Katolik Parahyangan Jalin kerja Sama dengan 57 Sekolah
Notre Dame, Indiana, Universitas Katolik Terbaik di AS untuk Tahun 2022
Unika santo Paulus Ruteng Berikhtiar Kerja Sama dengan Pemerintah Amerika
Unika Santo Paulus Ruteng Gelar Webinar tentang Berkrerasi di Era Digital
Universitas Katolik Parahyangan dan University of Namibia Teken Kerja sama
Delegasi Universitas Katolik Parahyangan Sabet Sabet Dua Juara di Ajang SIAP 2021
Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Katolik Soegijapranata Launching 10 Game dan Aplikasi
Para Dosen Universitas Katolik De La Salle Manado Samakan Persepsi Rubrik BKD 2021