• Sabtu, 18 April 2026

Renungan Senin, 10 Januari 2022

Abraham Runga Mali, Katolikku
- Senin, 10 Januari 2022 | 05:56 WIB
Pater Kons Beo SVD
Pater Kons Beo SVD

(Pekan Biasa I - St Agathus-Paus ke 79, Beato Gregorius X-Paus ke 184, St Marsianus dr Konstantinopel, St Petrus Orseolo, St William de Bourges)

Bacaan I 1Samuel 1:1-8
Mazmur 116:12-13.14.17.18-19
Injil Markus 1:14-20

"Hana, mengapa engkau menangis?"
1Sam 1:8
(Anna, cur fles?)

Baca Juga: Bacaan Injil, 10 Januari 2022, Hari Biasa, (Mrk. 1:14-20)

SUNGGUH hancur luluh hati Hana. Tak punya anak di kala itu jadi sasaran hinaan. Hana itu adalah salah seorang istri dari Elkana. Istri yang lain bernama Penina. "Penina punya anak tetapi Hana tidak" (1Sam 1:2).

ADALAH kesempatan baik bagi Penina untuk nistakan Hana. Memiliki anak, bagi Penina, adalah 'rahmat dan modal kuat' untuk tinggikan dirinya. Hana jadi tak nyaman. "Penina menyakiti hatinya, sehingga Hana menangis dan tidak mau makan" (1Sam 1:7).

ELKANA, sang suami, coba menghibur. Kata-katanya sungguh menyentuh. Untuk mendapatkan kembali hati istrinya, Hana, yang tak berkeuntungan, "Hana, mengapa engkau menangis.... Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu daripada sepuluh anak laki-laki?" (1Sam 1:8).

Baca Juga: Bacaan I, 10 Januari 2022, Hari Biasa, (1 Sam. 1:1-8)

BERI penghargaan pada diri sendiri adalah kemuliaan. Bahwa sungguh Allah melihat hidup dan ziarah hidup kita. Bahwa diri dan hidup kita berharga di mata Tuhan.

TETAPI, kita pasti tak pernah boleh kibarkan penghargaan tinggi terhadap diri sendiri dengan merendahkan sesama. Penina pasti bersukacita di atas 'kemalangan' Hana. Keadaan itu dianggapnya sebagai kemenangan telak dan 'berkat' di hadapan Elkana.

HIDUP memang tak pernah luput dari aura penuh persaingan. Kita cenderung menghitung 'sisi untung dan positif' dalam diri sendiri. Dan pada waktu itu pula, kita lincah melitania 'sisi malang dan negatif' orang lain.

Baca Juga: Hari Ini, Paus Fransiskus Baptis 16 Bayi di Kapel Sistina

BILA hidup itu sendiri adalah 'berkat tanpa syarat' dari Tuhan, maka betapa mahamulia dan penuh kasihnya Tuhan pada setiap kita. Itulah yang patut disyukuri. Karena Kasih Tuhan sungguh luar biasa, baik bagi 'situasi Petina maupun bagi keadaan Hana.'

RIWAYAT setiap anak manusia pasti akan berujung pada Kasih Allah. Sebab itu siapapun tak pernah boleh 'merampas' apalagi 'mencuri' hak Tuhan untuk memastikan nasib sesamanya. Apalagi berjuang untuk runtuhkan kedaulatan Kasih Allah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abraham Runga Mali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB
X