• Sabtu, 18 April 2026

Perayaan Dies Natalis Unika Unpar ke-67, Presiden Jokowi Beri Apresiasi atas Kontribusi Membangun Bangsa

Abraham Runga Mali, Katolikku
- Senin, 17 Januari 2022 | 16:22 WIB
Perayaan Dies Natalis Unika Parahyangan.
Perayaan Dies Natalis Unika Parahyangan.

BANDUNG (Katolikku.com)  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadiri Dies Natalis ke-67 Universitas Katolik Parahyangan.

Presiden Jokowi memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran civitas academica Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) atas kontribusi besar dalam sejarah bangsa berupa pemikiran, sumber daya manusia (SDM), dan karya nyata bagi kemajuan Indonesia.

"Pertama-tama, saya mengucapkan selamat Dies Natalis ke-67 kepada seluruh civitas academica Universitas Katolik Parahyangan," kata Presiden Jokowi saat berpidato pada Dies Natalis ke-67 Universitas Katolik Parahyangan di Bandung, Jawa Barat, Senin (17/1/2022).

Baca Juga: Perang Myanmar, Sekitar 6.000 Orang Telah Melintasi Perbatasan ke Thailand

Selain Presiden Jokowi, hadir pada kesempatan itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Rektor Universitas Parahyangan Mangadar Situmorang, dan Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana.

Presiden Joko Jokowi mengatakan, pemerintah juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Unpar yang telah memberikan kontribusi besar dalam sejarah bangsa.

Saat ini, kata Jokowi,  Indonesia berada dalam situasi sulit seiring merebaknya pandemi Covid-19 "Saat ini, betul-betul adalah saat yang sulit, saat yang tidak mudah, saat yang tidak gampang bagi seluruh negara, bagi semua negara, termasuk negara kita Indonesia. Sangat sulit," katanya.

Baca Juga: Riwayat Gereja Tua, Dekat Resor Ski, Saksi Kehadiran Gereja Katolik di China

Menurut Presiden Jokowi, revolusi industri 4.0 dan disrupsi teknologi yang dibarengi keberadaan pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya peningkatan ketidakpastian global.

Selain itu, terjadi keragu-raguan semua pemimpin dalam memutuskan sesuatu karena setiap hari, setiap minggu, dan setiap bulan bisa berubah-ubah tanpa kepastian yang jelas.

"Juga kompleksitas masalah yang bertubi-tubi muncul. Yang sebelumnya tidak kita hitung, yang sebelumnya tidak terkalkulasi oleh negara manapun. Muncul semuanya karena pandemi, karena disrupsi teknologi," jelas Presiden Jokowi.
 

Presiden mengatakan  persoalan yang muncul tanpa diprediksi adalah kelangkaan energi di banyak negeri, kelangkaan pangan yang kini muncul di banyak negara, kelangkaan kontainer yang menyebabkan distribusi logistik di semua negara terganggu, dan kenaikan inflasi yang tidak pernah diperkirakan muncul di semua negara.

Selain itu, katanya, terjadi kenaikan harga produsen karena semua bahan baku naik, yang berakibat kenaikan harga produsen yang berimbas pada kenaikan harga konsumen. ***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abraham Runga Mali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB
X