• Sabtu, 18 April 2026

Sebuah Bangunan Gereja Katolik Baru Dibangun di Phnom Penh, Hasil dari Komitmen Umat

Eleazar, Katolikku
- Selasa, 22 Februari 2022 | 08:31 WIB
Uskup Olivier Schmitthaeusler, Kepala Vikariat Apostolik Phnom Penh, meresmikan gereja baru di Paroki Pourti Ban, Minggu, 20 Februari 2022. (Fides)
Uskup Olivier Schmitthaeusler, Kepala Vikariat Apostolik Phnom Penh, meresmikan gereja baru di Paroki Pourti Ban, Minggu, 20 Februari 2022. (Fides)

PHNOM PENH (Katolikku.com) - Sebuah paroki Katolik di Vikariat Apostolik Phnom Penh telah menyelesaikan pembangunan Gereja Saint Joseph yang baru.

Sebagaimana diberitakan Fides, Uskup Olivier Schmitthaeusler, Kepala Vikariat Apostolik Phnom Penh, meresmikan gereja baru di Paroki Pourti Ban, Minggu, 20 Februari 2022. Kotamadya ini terletak di distrik Koh Thom di provinsi Kandal, 60 km selatan Phnom Penh.

Sebagian besar umat paroki adalah orang Kamboja yang melarikan diri ke Vietnam selama perang tahun 1970 dan kembali ke rumah selama 20 tahun kemudian. Umat ​​beriman memulai penggalangan dana untuk membangun kapel baru selama pandemi.

Baca Juga: Israel Akan Perluas TN, Bukit Zaitun Termasuk dalam Proyek, Gereja-Gereja Khawatir

Menurut Dev Tieng, seorang anggota dewan paroki, proyek tersebut disetujui pada Juli 2020 dan dalam waktu kurang dari dua tahun, total $50.000 telah terkumpul berkat dukungan keuangan dari umat Katolik setempat, teman dan dermawan di seluruh dunia.

Dana yang dibutuhkan sebanyak 50 ribu dolar AS untuk menyelesaikan bangunan tersebut.

Menurut Pastor Peter Le Van Tinh, pastor paroki Gereja St Joseph, "Pembangunan gereja telah dimulai, tetapi kami tidak tahu kapan akan selesai. Syukurlah sekarang sudah selesai".

Uskup Schmitthaeusler berterima kasih kepada komunitas atas kontribusi mereka.

"Gereja baru adalah berkat bagi orang-orang, itu adalah berkat bagi komunitas, itu adalah tanda bahwa Tuhan bekerja di tengah-tengah umat-Nya," kata uskup.

Baca Juga: Seorang Dokter dan Aktivis HAM Ditangkap Otoritas Filipina dengan Tuduhan Anggota Komunis

Dia kemudian mendesak umat Katolik untuk bertumbuh dalam iman, harapan dan kasih.

Paroki Pourti Ban didirikan sebelum tahun 1970 dan mengalami penurunan jumlah selama perang, tetapi telah pulih sejak tahun 1990. Saat ini ada 64 keluarga Katolik dari sekitar 200 orang tinggal di Paroki Pourti Ban. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Eleazar

Sumber: Agenzia Fides

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB
X