DEPOK (Katolikku.com) - Saat tensi perang Rusia dan Ukraina kian memanas, sembilan pesawat tempur China memasuki zona pertahanan udara Taiwan pada Kamis (24/2/22).
Angkatan Udara Taiwan memperingatkan sembilan pesawat China yang memasuki zona pertahanan udaranya karena dinilai dapat mengancam keamanan.
Hal ini membuat Kementerian Pertahan Taiwan waspada, karena menilai China akan memanfaatkan waktu di saat tensi Rusia dan Ukraina sedang memanas.
Baca Juga: Renungan Sabtu, 26 Februari 2022 (Pekan Biasa VII - St Alexander dr Alexandria, St Porphyrius)
Menariknya, China meminta AS berhenti mencampuri urusan dalam negeri China dan berhenti bermain api dalam masalah Taiwan.
AS dan Jepang untuk diketahui menentang Rusia melakukan invasi terhadap Ukraina. Sementara China bersama Suriah justru mendukung Rusia.
Presien Suriah, Bashar Al Assad menyatakan siap bekerja sama dengan Donetsk dan Lugansk.
Baca Juga: Bacaan Injil, 26 Februari 2022, Hari Biasa (Markus 10:13-16)
Ingat, konflik Rusia vs Ukrania ini setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan mengakui kemerdekaan dua wilayah Ukrania, yaitu Donetsk dan Lugansk.
Dua wilayah itu diketahui sejak awal memang ingin memisahkan dari Ukrania. Rusia berbatasan wilayah dengan Ukraina, dan propinsi Donesk dan Lugansk ini adalah wilayah separatis pro Rusia. Kedua wilayah ini ingin merdeka, lepas dari Ukrania. Saat referendum 2014, warga Donesk dan Lugansk pilih merdeka dan bergabung ke Rusia.
Putin tidak ingin Ukrania gabung ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), karena akan jadi ancaman bagi Rusia. NATO punya aturan, kalau satu anggota NATO diserang maka anggota NATO lainnya wajib membantu.
Baca Juga: Bacaan I, 26 Februari 2022, Hari Biasa (Yakobus 5:13-20)
Makanya, Putin sudah mengingatkan NATO dan Amerika Serikat untuk jangan mau menerima Ukrania jadi anggota NATO.
Apalagi selama ini Putin itu benci dengan negara-negara Eropa Barat. Kalau Ukrania gabung dengan blok negara Eropa Barat, ini akan mengacaukan Rusia.
Negara Eropa Barat pun sudah mendinginkan Putin, mengatakan Ukrania belum tentu bergabung dengan NATO. Tapi Putin tetap tak mau tahu, justru meminta jaminan.***
Artikel Terkait
Para Uskup Katolik Ukraina di AS Mohon Doa untuk Perdamaian di Tanah Air Mereka
Paus Fransiskus Umumkan 2 Maret 2022 Sebagai Hari Doa dan Puasa Untuk Ukraina
Para Uskup Katolik di Eropa Kecam Invasi Rusia ke Ukraina
Badan Amal Katolik Sumbang 1 Juta Dolar AS Untuk Bantu 6.229 Kaum Religius di Ukraina
Hal-Hal yang Perlu Diketahui Tentang Gereja Katolik di Ukraina
Rusia Mulai Pusatkan Invasi ke Kiev, Ibu Kota Ukraina
Situasi Rusia Ukraina Memburuk, Paus Fransiskus Serukan Perdamaian Melalui Momentum Rabu Abu
Warga Brazil Keturunan Ukraina Berdoa untuk Perdamaian di Negeri Leluhur Mereka
Menghadapi Invasi Rusia, Para Suster di Ukraina Bersaksi: 'Kami takut, Tetapi Kami Juga Kuat'
Kepala Gereja Ortodoks Ukraina AS Mengecam Patriark Moskow Kirill dan Presiden Putin