• Sabtu, 18 April 2026

China dan Suriah Memihak Rusia dalam Konflik dengan Ukraina

Abraham Runga Mali, Katolikku
- Sabtu, 26 Februari 2022 | 06:57 WIB
KOnvoi kendaraan tempur Rusia yang kabarkan memasuki wilayah Ukraina.
KOnvoi kendaraan tempur Rusia yang kabarkan memasuki wilayah Ukraina.

DEPOK (Katolikku.com)  - Saat tensi perang Rusia dan Ukraina kian memanas, sembilan pesawat tempur China memasuki zona pertahanan udara Taiwan pada Kamis (24/2/22).

Angkatan Udara Taiwan memperingatkan sembilan pesawat China yang memasuki zona pertahanan udaranya karena dinilai dapat mengancam keamanan.

Hal ini membuat Kementerian Pertahan Taiwan waspada, karena menilai China akan memanfaatkan waktu di saat tensi Rusia dan Ukraina sedang memanas.

Baca Juga: Renungan Sabtu, 26 Februari 2022 (Pekan Biasa VII - St Alexander dr Alexandria, St Porphyrius)

Menariknya, China meminta AS berhenti mencampuri urusan dalam negeri China dan berhenti bermain api dalam masalah Taiwan.

AS dan Jepang untuk diketahui menentang Rusia melakukan invasi terhadap Ukraina. Sementara China bersama Suriah justru mendukung Rusia.

Presien Suriah, Bashar Al Assad menyatakan siap bekerja sama dengan Donetsk dan Lugansk.

Baca Juga: Bacaan Injil, 26 Februari 2022, Hari Biasa (Markus 10:13-16)

Ingat, konflik Rusia vs Ukrania ini setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan mengakui kemerdekaan dua wilayah Ukrania, yaitu Donetsk dan Lugansk.

Dua wilayah itu diketahui sejak awal memang ingin memisahkan dari Ukrania. Rusia berbatasan wilayah dengan Ukraina, dan propinsi Donesk dan Lugansk ini adalah wilayah separatis pro Rusia. Kedua wilayah ini ingin merdeka, lepas dari Ukrania. Saat referendum 2014, warga Donesk dan Lugansk pilih merdeka dan bergabung ke Rusia.

 

Putin tidak ingin Ukrania gabung ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), karena akan jadi ancaman bagi Rusia. NATO punya aturan, kalau satu anggota NATO diserang maka anggota NATO lainnya wajib membantu.
Baca Juga: Bacaan I, 26 Februari 2022, Hari Biasa (Yakobus 5:13-20)

Makanya, Putin sudah mengingatkan NATO dan Amerika Serikat untuk jangan mau menerima Ukrania jadi anggota NATO.

Apalagi selama ini Putin itu benci dengan negara-negara Eropa Barat. Kalau Ukrania gabung dengan blok negara Eropa Barat, ini akan mengacaukan Rusia.

Negara Eropa Barat pun sudah mendinginkan Putin, mengatakan Ukrania belum tentu bergabung dengan NATO. Tapi Putin tetap tak mau tahu, justru meminta jaminan.***

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abraham Runga Mali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB
X