• Sabtu, 18 April 2026

Para Uskup Katolik Ukraina di AS Mohon Doa untuk Perdamaian di Tanah Air Mereka

Eleazar, Katolikku
- Selasa, 15 Februari 2022 | 08:31 WIB
Seorang pria berlutut dalam doa di depan patung Maria dan salib dekat barikade di dekat Independence Square di Kiev, Ukraina, 21 Februari. (Catholic New York)
Seorang pria berlutut dalam doa di depan patung Maria dan salib dekat barikade di dekat Independence Square di Kiev, Ukraina, 21 Februari. (Catholic New York)

PHILADELPHIA (Katolikku.com) - Para uskup Gereja Katolik Ukraina di Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan pada hari Sabtu yang meminta doa karena potensi peningkatan konflik di Ukraina memuncak.

“Selama beberapa minggu terakhir, dunia telah sepenuhnya menyadari fakta bahwa Ukraina yang demokratis dan rakyatnya yang mencintai kebebasan semakin dikelilingi oleh pasukan militer yang bermusuhan yang rentan terhadap invasi,” demikian bunyi pernyataan yang dirilis pada 12 Februari 2022.

Pernyataan itu ditandatangani bersama oleh Uskup Agung Borys Gudziak, Uskup Agung Philadelphia, Metropolitan Katolik Ukraina di Amerika Serikat; Eparki Paul Chomnycky, OSBM dari Stamford, Benediktus Aleksiychuk dari St. Nicholas di Chicago, dan Bohdan J. Danylo dari St. Josaphat di Parma; dan Andriy Rabiy, uskup pembantu Philadelphia.

“Kami berdoa untuk keselamatan dan keberanian rakyat Ukraina. Kami mengagumi iman dan ketabahan mereka, ” kata para Eparki.

Baca Juga: Covid-19 tidak Menghalangi Misionaris Camillian Flores Rayakan Ekaristi untuk Orang Sakit di Pulau Itu

“Kami memohon kepada Tuhan untuk melindungi negara dan rakyatnya dari invasi lebih lanjut.”

Para uskup memperingatkan bahwa “eskalasi penuh dari perang delapan tahun yang dipimpin Kremlin akan membawa pertumpahan darah yang menghancurkan dan penderitaan manusia yang tak terhitung,” jutaan orang akan mengungsi, dan bahwa puluhan ribu orang bisa mati.

“Gelombang kejutan ekonomi dan politik dari kehancuran sosial dan kehancuran material di Ukraina akan terjadi di seluruh dunia,” kata para uskup.

Selama seminggu terakhir, situasi di Ukraina telah menjadi lebih penuh dengan ancaman invasi Rusia skala penuh tampak besar. Lebih dari 100.000 tentara Rusia telah berkumpul di perbatasan Ukraina.

Baca Juga: Bupati Maluku Tenggara: Kepulauan Kei Beri Kontribusi Luar Biasa Bertambahnya Jumlah Imam Katolik

Amerika Serikat mengumumkan 11 Februari 2022 bahwa semua warga negara AS di Ukraina harus pergi sesegera mungkin. Sebagian besar staf di kedutaan Amerika di Kyiv dievakuasi pada 12 Februari.

Para uskup mengatakan mereka tidak menulis pernyataan itu “sebagai politisi atau ahli strategi,” melainkan sebagai pastor dan orang-orang beriman.

"Kami mengimbau Anda dan semua orang yang berkehendak baik untuk berdoa bagi perdamaian dan keadilan di Ukraina," kata pernyataan itu.

Mereka lebih lanjut meminta agar semua paroki Katolik Yunani Ukraina, komunitas agama, keluarga, serta umat beriman individu memulai “doa tiga hari untuk perdamaian dan pertobatan hati mereka yang mengkhotbahkan kekerasan dan meningkatkan perang” mulai Februari. 13.

Baca Juga: 'El Futuro' Sudah Tiba: Apakah Pendidikan Tinggi AS Siap megnghadapinya?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Eleazar

Sumber: Catholic News Agency

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB
X